Artikel Kesehatan


09-01-2018 | Hit : 64

PENCEGAHAN KARIES GIGI PADA MASA ANAK-ANAK

Oleh: drg. Resta Diamawati, Sp KG

KSM GIGI & MULUT  RSUP Dr KARIADI SEMARANG

 

           Penyakit karies atau kerowok gigi di masyarakat Indonesia merupakan masalah kesehatan yang cukup serius disamping penyakit periodontal (yang mengenai jaringan pendukung gigi). Dari data yang pernah dilaporkan, prevalensi karies pada anak prasekolah ternyata cukup tinggi, bahkan menunjukkan angka lebih tinggi yaitu 75% dibanding  anak sekolah yang 55%  pada tahun 2005.

          Karies pada masa anak-anak dimulai sejak anak menyusui atau mengunakan susu botol. Terjadinya karies berhubungan dengan aliran air ludah (saliva) di mulut bayi atau anak-anak. Gigi seri di rahang bawah lebih mudah dibersihkan oleh lidah dan air ludah, sehingga dapat tercegah terjadi karies dibanding  gigi seri atas yang lebih jarang terpapar oleh aliran air ludah sehingga susu mudah melekat.  Karies dapat dideteksi dengan mudah pada permukaan gigi seri rahang atas, yang merupakan bentukan karies yang pertama  kali muncul, kemudian dapat berkembang dengan cepat sehingga terjadi pengeroposan gigi secara menyeluruh mengenai  seluruh permukaan gigi tersebut. Kemudian karies dapat menyebar keseluruh gigi geraham susu rahang atas  dan selanjutnya menyerang keseluruh gigi di mulut menjadi rampan karies gigi sulung (gigis).

          Penyakit karies gigi dapat menyerang bayi, balita dan anak-anak prasekolah di seluruh dunia, tapi masih sering dianggap enteng oleh masyarakat karena dianggap tidak merupakan penyakit yang mematikan seperti penyakit  jantung  atau kanker. Resiko untuk terjadi karies pada dewasa muda semakin meningkat apabila sebelumnya pernah menderita karies pada masa kanak-kanak. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang telah mendapat perawatan karena karies akan mengalami karies berulang pada gigi yang lain mencapai 53% setelah 4-6 bln kemudian.

          Beberapa penelitian tentang karies membuktikan bahwa susu formula, jus buah-buahan dan makanan tambahan berpotensi menimbulkan karies dibandingkan dengan ASI. Penggunaan gula pasir pada susu bayi juga berpotensi menimbulkan karies, Dengan bertambahnya usia , frekuensi dan variasi makanan yang dikonsumsi anak juga bertambah banyak. Keadaan akan diperberat bila disertai dengan jarangnya membersihkan gigi. Semakin lama sisa makanan melekat atau menempel pada  gigi, seperti susu bayi yang ditambah gula pasir, akan menurunkan keasaman (pH) gigi yang berakibat pengeroposan pada permukaan gigi yang disebut dengan demineralisasi. Sukrosa merupakan gula yang paling potensial menimbulkan karies dibanding gula lain seperti glukosa dan fruktosa.

          Penyebab karies disamping faktor-faktor di atas juga diakibatkan oleh bakteri yang disebut Streptococcus Mutans. Bayi mendapat S Mutans dari ibu, pengasuh atau orang-orang disekitarnya yang menderita karies atau penyakit infeksius di rongga mulutnya. Penularannya dapat melalui percikan air ludah waktu bicara atau meniup makanan bayi yang masih panas sebelum disuapkan kepada bayi.  Karies pada anak dapat  dicegah atau ditunda secara efektif apabila orang tua memahami tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan rongga mulut setiap hari.

          Cara pencegahan keparahan karies pada anak dapat dilakukan dengan menambah garam fluoride atau fluor ke dalam air minum dan pasta gigi. Pemberian fluor akan menyebabkan remineralisasi enamel, lapisan luar yang keras pada gigi, sehingga tahan terhadap serangan karies. Fluor bekerja dengan cara menghambat metabolisme bakteri plak yang dapat memfermentasi karbohidrat di dalam mulut.  Penambahan tablet  fluor kedalam air minum yang dianjurkan adalah sebanyak 0,25mg kedalam 250ml air minum yang dikonsumsi setiap hari sekali untuk anak usia > 4 tahun. Penggunaan  fluor pada air minum tidak boleh diberikan pada anak <4 tahun karena dapat menyebabkan fluorosis, yaitu perubahan   warna gigi menjadi tidak putih sebagaimana  gigi yang sehat, tapi  menjadi berwarna seperti kapur dan buram. Pada kondisi yang lebih berat enamel gigi bisa berwarna lebih gelap dan rapuh.

          Menekan pertumbuhan bakteri mulut pada anan-anak dapat dilakukan dengan cara menghambat pertumbuhan kuman streptokokus mutan melalui pengurangan konsumsi makanan mmanis, terutama makkanan yang mengndung sukrosa. Sedangkan pemakaian antibiotik kurang efektif dalam menekan pertumbuhan populasi bakteri streptokokus mutan di dalam rongga mulut dalam mencegah karies. Salah satu cara yang  dapat dipilih adalah penggunaan formula larutan iodin topikal, disamping aman untuk anak-anak juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri.  Banyak penelitian telah membuktikan bahwa karies pada anak dapat dicegah secara bermakna  menggunakan larutan ini.

          Iodin merupakan zat antibakteri paling manjur membunuh bakteri dan mamiliki daya lekat  yang bagus kedalam plak gigi.  Preparat iodin yang banyak dijual sebagai providone iodine  10%  dapat digunakan secara topikal dengan dikumurkan di dalam mulut selama 2menit.  Tindakan ini dapat membunuh streptokokus mutan dan menjaga gigi bebas bakteri, namun populasi kuman akan kembali meningkat apabila orang mengkonsumsi makanan yang manis atau karbohidrat  lagi. Pada bayi yang beresiko tinggi menderita karies dapat dilakukan pengolesan providone iodine 10% pada gigi sulung rahang atasnya secara hati-hati dengan ulasan tipis dan merata menggunakan kaapas bertangkai (cotton buds) saat tidur siang dan malam. Sebagai upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak selanjutnya, dianjurkan untuk melakukan pemeriksan secara periodik 6 bulan sekali ke dokter gigi.    

 

Navigation

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: Module 'mysql' already loaded

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: