Berita Terbaru


01-02-2014 | Hit : 847

Kasus kematian ibu dan bayi pasca kelahiran di Jawa Tengah masih tergolong tinggi, bahkan untuk di kawasan asia, Indonesia menduduki angka tertinggi dibanding dengan negara-negara lainnya.

 

Expanding Maternal and Neonatal Survival ( EMAS ), sebuah program kerja sama antara Kementrian Kesehatan RI dan USAID selama lima tahun (2012-2016) dalam rangka mengurangi angka kematian ibu dan bayi baru lahir, mencatat bahwa pada tahun 2012 terjadi 359 kasus kematian ibu, angka kematian neonatal 19 /1000 kasus, dari angka tersebut dapat dilihat, bahwa usaha untuk mengurangi angka tersebut menjadi masalah yang serius.

 

Kamis, 30 Januari 2014, RSUP Dr. Kariadi mengadakan Workshop  Pendampingan Klinis Maternal Neonatal, dalam kesempatan tersebut  RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dan RS Harapan Mulia Jakata menyampaikan pengalamannya bagaimana melakukan pendampingan klinis ini. Dari beberapa pengalaman dan survei yang EMAS lakukan maka didapatkan gambaran yang jelas tentang masalah yang dihadapi dan upaya yang harus dilakukan:

 


Penyebab kematian

Upaya efektif

Ibu:

Perdarahan                   28%

Managemen aktif kala  3, Pelayanan persalinan darurat

Eklampsia                       24%

Magnesium Sulfat & anti hipertensi

Infeksi                               11%

Pencegahan infeksi dan antibiotika

Partus macet/lama        5%

Partograf; Tenaga kesehatan terampil

Bayi Baru Lahir:

BBLR                                      35%

Status gizi ibu/kontak kulit-kulit (KMC/PMK)

Asfiksia                                27%

Tenaga kes terampil, resusitasi

Infeksi dan tetanus     15%

Pencegahan dini dan Penanganan tepat

 

Berkesempatan memberikan arahan, Dirjen GIKA, dr. Anung Sugihantono, M.Kes memberikan pandangannya dalam menangani masalah kematian ibu dan bayi ini, karena secara umum 90% kematian ibu dan bayi terjadi di Rumah Sakit, untuk itu model kerjasama atau kolabaorasi  antara Rumah Sakit, baik yang berada di daerah baik swasta maupun pemerintah dan Rumah, dan seluruh organisasi profesi termasuk Rumah Sakit Pendidikan seperti RSUP Dr. Kariadi.

 

Model kebijakan pemerintah memang sangat diperlukan untuk mengatasi masalah kematian ibu dan bayi ini, sehingga harapannya adalah Indonesia dapat mensejajarkan posisinya di antara negara-negara lain di kawasan Asia. 

 

Navigation