Berita Terbaru


08-05-2019 | Hit : 55

PENGGUNAAN OBAT PADA SAAT PUASA

 

 

Putri Septiyanti,S.Farm.,apt

 

Tidak kurang dari satu  bulan lagi kita akan memasuki bulan puasa. Banyak diantara kita diharuskan rutin minum obat dan sering bingung bagaimana cara minum obat saat menjalankan puasa. Lalu bagaimanakah aturan minum obat saat berpuasa agar tetap memberikan efek yang optimal?

 

Ada beberapa obat yang mungkin dapat diganti dari obat minum menjadi obat dengan rute lain. Rute obat dapat diganti transdermal (melalui kulit) , vaginal, per rektal atau tetes mata dan tetes telinga. Namun jika tidak memungkinkan untuk diganti, maka berikut adalah bagimana cara minum obat pada saat puasa :

 

  1. 1 kali sehari

Obat yang diminum satu kali sehari, dapat diminum saat pagi ketika sahur atau malam hari ketika berbuka puasa.

 

  1. 2 kali sehari

Obat yang diminum dua kali sehari, dapat diminum saat sahur dan saat berbuka.

 

  1. 3 kali sehari

Lain halnya untuk obat-obatan yang diminum tiga atau empat kali sehari karena yang tadinya kita dapat  leluasa 24 jam untuk mengatur waktu minum obat, sekarang menjadi 10,5 jam saja. Awalnya konsultasikan kepada dokter atau apoteker apakah ada alternatif obat sejenis yang bisa diminum 1 atau 2 kali sehari atau obat yang sama namun memiliki sistem pelepasan obat secara lepas lambat atau memiliki aktivitas obat yang panjang atau pelepasannya terkontrol. Jika tetap harus diminum sesuai aturan, obat tersebut tetap dapat diminum sesuai  aturan awal namun dengan pembagian jam yang berbeda. Untuk obat yang diminum tiga kali sehari maka dapat diminum saat sahur, saat berbuka dan tengah malam sebelum tidur sekitar jam 10-11 malam.

 

  1. 4 kali sehari

Obat yang diminum 4 kali sehari dapat diminum dengan interval (jarak) waktu 4 jam yaitu jam jam 4 pagi (saat sahur), jam 6 sore saat berbuka puasa, jam 10 malam dan jam 1 pagi.

 

  1. Untuk obat yang dikehendaki diminum sebelum makan maka dapat diminum 30 menit sebelum makan sahur atau 30 menit sebelum sebelum makan saat berbuka puasa. Begitu juga untuk obat yang diminum setelah makan, dapat diminum 15 sampai 10 menit setelah makan sahur atau berbuka. Apabila ada obat yang dikehendaki diminum tengah malam sesudah makan maka dapat mengisi perut terlebih dahulu dengan cemilan seperti roti terlebih dahulu.

 

Beberapa orang sering kali takut menggunakan obat karena mengira dapat membatalkan puasa.

Namun tidak semua obat dapat membatalkan puasa. Obat-obatan yang digunakan untuk obat luar dan obat yang tidak masuk melalui saluran cerna. Berikut adalah obat-obat yang tidak membatalkan puasa saat digunakan :

 

  1. Obat suntik

Obat-obat yang disuntikan tidak membatalkan puasa, baik itu disuntikkan melalui kulit, otot dan vena kecuali pemberian nutrisi parenteral sebagai pengganti makanan. Insulin untuk obat hiperglikemi juga masuk dalam kategori obat ini.

 

  1. Obat yang digunakan dengan cara diselipkan di bawah lidah (sub lingual)

Obat yang digunakan dengan cara ini tidak membatalkan puasa meskipun dimasukan melalui mulut karena tidak ditelan dan tidak melalui saluran cerna. Obat jenis ini diserap oleh tubuh melalui pembuluh darah yang terletak dibawah lidah. Contoh obat golongan ini adalah isosorbid dinitrat tablet dan nitrogliserin tablet.

  1. Obat luar yang digunakan dengan dioles di kulit (salep, krim, plester).

Obat golongan ini tidak membatalkan puasa karena absorbsinya melalui kulit dan tidak melalui saluran cerna.

 

  1. Obat tetes, obat tetes telinga maupun tetes mata.

 

  1. Obat kumur

Meskipun obat kumur digunakan melalui mulut, tetapi obat tersebut tidak untuk ditelan sehingga tidak membatalkan puasa.

 

  1. Obat yang digunakan melalui vagina atau dubur (ovula dan supositoria).

 

  1. Obat intranasal (obat yang dihirup melalui hidung).

Navigation