Artikel Kesehatan


25-03-2019 | Hit : 68

PENGOBATAN KANKER LARING

Oleh Dr Willy Yusmawan, Sp. THT-KL(K), Msi Med dari RSUP dr.Kariadi

Sahabat sehat, pengobatan kanker laring harus disesuaikan dengan kondisi pasien. Dokter akan mempertimbangkan metode pengobatan yang tepat, dengan terlebih dahulu memeriksa letak pasti tumor yang ada dan keparahan kondisi pasien.

Dalam menangani kanker laring, terdapat 3 tindakan yang umum dilakukan, yaitu radioterapi, kemoterapi, dan operasi. Masing-masing tindakan ditujukan untuk menghambat pertumbuhan kanker, menghancurkan, atau meredakan gejala yang ada.

Kemungkinan penderita kanker laring dapat sembuh akan semakin tinggi apabila diobati sejak kanker masih dalam tingkatan ringan. Namun, jika kondisi sudah tergolong berat dan sulit untuk disembuhkan, maka perawatan yang diberikan bertujuan untuk meredakan gejala yang ada dan mencegah tumor bertumbuh lebih besar.

Radioterapi. Radioterapi adalah prosedur yang menggunakan radiasi untuk membunuh sel kanker atau menghentikan pertumbuhannya. Prosedur ini biasanya digunakan untuk menangani kanker laring yang masih ringan. Selain itu, radioterapi juga digunakan sebagai prosedur pendukung pada operasi pengangkatan tumor. Radioterapi dilakukan dengan tujuan untuk memperkecil tumor sehingga mudah diangkat.

Operasi. Terdapat 3 tipe operasi yang dapat dilakukan untuk menangani kanker laring. Dokter akan menentukan tipe operasi yang sesuai dengan kondisi pasien. Berikut adalah tipe operasi untuk mengatasi kanker laring:

Reseksi endoskopi. Reseksi endoskopi dilakukan untuk mengatasi tumor yang masih tergolong kecil dengan memotongnya. Prosedur ini menggunakan alat berupa selang yang terdapat kamera dan alat potong khusus di dalamnya. Reseksi endoskopi tidak membutuhkan sayatan dari luar. Instrumen operasi akan dimasukkan ke dalam laring melalui mulut.

Laringektomi parsial. Prosedur ini dilakukan untuk memotong bagian laring yang bermasalah. Berbeda dengan reseksi endoskopi, prosedur laringektomi parsial dilakukan dengan membuat sayatan pada bagian leher untuk mengangkat tumor. Setelah tumor diangkat, akan diperlukan stoma atau lubang yang membantu pasien berbicara dan bernapas untuk sementara, sebelum luka bekas tumor sepenuhnya sembuh.

Laringektomi total. Prosedur ini dilakukan ketika kanker sudah dalam kondisi parah sehingga seluruh laring harus dipotong. Hal tersebut membuat kemampuan bicara pasien menjadi tidak normal. Pasien akan membutuhkan stoma permanen untuk membantunya dalam bernapas.

Kemoterapi. Kemoterapi adalah terapi yang menggunakan obat-obatan khusus untuk membunuh atau menghentikan pertumbuhan kanker. Kemoterapi dilakukan ketika kanker telah menyebar ke area tubuh lain. Terapi ini juga dapat dikombinasikan dengan radioterapi sebagai alternatif pengganti operasi dalam menangani kanker.

Masing-masing pengobatan memiliki efek samping yang berbeda. Peradangan pada lapisan lendir (mukosa) tenggorokan, mulut kering, dan perubahan pada kulit adalah efek samping yang sering terjadi pada radioterapi. Pada kemoterapi, efek samping yang kerap muncul meliputi mual dan muntah. Konsultasikan pada dokter mengenai manfaat dan risiko dari masing-masing metode pengobatan.

 

 

Navigation