Berita Terbaru


07-12-2018 | Hit : 18

PENYAKIT PARU AKIBAT ROKOK
Oleh Dr. Avissena Dutha Pratama, Sp.P, FISR dari RSUP. Dr. Kariadi Semarang
undefinedrokok
Semarang (19/11/2018) – Sahabat sehat, manusia sebagai makhluk yang paling sempurna seringkali secara sengaja merusak bagian tubuhnya sendiri dengan mengkonsumsi bahan-bahan yang secara jelas berefek buruk pada kesehatannya, salah satunya adalah rokok.
Satu batang rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya yang dapat merusak saluran napas mulai dari hidung/mulut hingga saluran napas kecil serta berlanjut ke pembuluh darah. Jika rokok tersebut dibakar, maka akan timbul reaksi kimia baru dari proses pembakaran tersebut sehingga jumlah zat kimia berbahaya yang masuk ke dalam tubuh jauh semakin banyak. Beberapa zat kimia tersebut yaitu tar, nikotin, sianida, ammonia, arsenik dan lain – lain. Namun demikian, hanya tar dan nikotin yang secara jelas tertulis di kemasan rokok sehingga masyarakat menganggap hanya sedikit saja bahan kimia yang masuk ke dalam tubuhnya.


Efek buruk asap rokok pada kesehatan tidak sertamerta langsung dirasakan tetapi baru muncul setelah dikonsumsi lama. Hal inilah yang menyebabkan sulitnya mengajak orang untuk berhenti merokok. Pada perokok usia dewasa muda jarang sekali ditemui keluhan pernapasan dan foto rongent dada serta fungsi pernapasan normal sehingga akan merasa dirinya sehat dan tetap merokok. Biasanya perokok aktif baru merasakan keluhan napas setelah usia 40 tahun. Gejala yang timbul biasanya batuk lama, napas tidak plong hingga sesak napas. Gejala tersebut bervariasi tergantung dari derajat sakitnya yang dapat secara pasti/obyektif diukur dengan pemeriksaan spirometri. Spirometri adalah salah satu alat untuk mendiagnosis penyempitan saluran napas. Asap rokok yang dihirup bertahun-tahun akan membuat saluran napas menjadi kaku terutama saluran napas kecil yang dindingnya tipis sehingga mengurangi elastisitas yang mengakibatkan udara sulit untuk keluar maupun masuk ke jaringan paru. Jika terbukti saluran napas menyempit maka terdiagnosis salah satu penyakit akibat asap rokok yaitu penyakit paru obastruksi kronis (PPOK). Penyempitan saluran napas ini sifatnya permanen dan semakin memberat seiring dengan bertambanya usia.


Penyakit paru lain akibat rokok adalah kanker paru. Penelitian menyimpulkan bahwa sembilan dari sepuluh pasien kanker paru adalah perokok sehingga jelas penyebab kanker paru adalah asap rokok. Saat ini kemasan rokok sudah diberi peringatan tentang bahaya merokok baik gambar maupun tulisan namun tetap saja perokok muda semakin banyak. Sering kita jumpai anak-anak usia belasan sudah merokok, coba-coba merokok biasanya karena pengaruh lingkungan dan mencontoh kebiasaan orang di sekitarnya terutama orang tua. Untuk itu kita sebagai orang tua sangat diharapkan untuk dapat memberikan contoh yang baik untuk anak dan keluarga kita. Berdasarkan data WHO tahun 2010 kanker paru merupakan penyebab terbanyak kanker pada laki-laki, 80-85% diantaranya baru terdiagnosis setelah derajat lanjut (stage IIIB-IVB) dan hanya 10-15% terdiagnosis pada derajat awal. Hal ini terjadi karena pada derajat awal, gejala pernapasan tidak khas dan sama dengan penyakit paru pada umumnya seperti batuk, sesak dan nyeri dada. Apabila gejala tersebut di atas dialami pada laki-laki, usia 40 tahun dan perokok harus kita pikiran diagnosis kanker paru.


Iritasi akibat asap rokok secara terus menerus di saluran napas dan jaringan paru menyebabkan saluran napas menjadi lebih sembab dan basah, sehingga memudahkan kuman atau bakteri serta debu menempel di saluran napas. Selanjutnya dapat terjadi peradangan dan berlanjut menjadi infeksi. Banyak kasus anak yang mengalami batuk lama berulang dan infeksi ternyata setelah dicari penyebabnya karena orang tuanya seorang perokok. Perokok pasif sama risikonya mengalami penyakit paru. Pada keluarga yang mempunyai bakat alergi, kemungkinan mengalami batuk dan sesak akan lebih mudah dan sering karena asap rokok sebagai pemicu terjadinya batuk. Zat berbahaya seperti nikotin yang terkandung dalam batang rokok, dapat pula masuk ke pembuluh darah dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang memicu terjadinya serangan jantung. Penyakit akibat rokok dapat dihindari, maka dari itu mulailah dari diri kita sendiri untuk menjaganya. Merokok berarti melanggar hak asasi tubuh kita untuk tetap sehat.

Navigation