Artikel Kesehatan


23-06-2015 | Hit : 485

Penderita penyakit jantung bisa memperbaiki fungsi kardiovaskuler dengan program rehabilitasi medik. Latihan (exercise) dilakukan dengan memperhatikan status klinis dan riwayat penderita.

 

Perbaiki Fungsi Jantung dengan Exercise

Staf Medik Fungsi (SMF) Divisi Rehabilitasi Jantung RSUP Dr Kariadi dr. Sri Wahyudati Sp. KFR menerangkan, program rehabilitasi medik jantung terdiri dari beberapa komponen yang saling berkaitan. Semua komponen tersebut harus dilakukan dengan runut dan rutin  untuk memperbaiki kondisi jantung pasien.

 

Sri merinci, rehabilitasi penderita jantung dengan latihan olahraga dibagi menjadi tiga fase yakni, inpatient, outpatient dan pemeliharaan. Sebelum dilakukan program latihan rehabilitasi harus dipastikan penderita tidak memiliki kontraindikasi terhadap latihan.

 

''Fase inpatient dapat dilakukan dalam waktu 48 jam setelah serangan gangguan jantung. Program outpatient  dapat dilakukan di pusat kesehatan maupun di rumah dengan dan tanpa pengawasan tergantung pada tingkat resiko gangguan jantung,'' ujarnya ketika ditemui di Gedung Rehabilitas RSUP Dr. Kariadi, Jumat (14/11)

 

Ia menjelaskan, latihan pada penderita prinsipnya adalah latihan aerob dengan durasi waktu minimal 20 menit hingga 30 menit dengan melibatkan gerakan otot besar seperti tangan dan kaki. Latihan tersebut minimal dilakukan tiga kali seminggu dan terus bertahap.

 

Sri menerangkan, dengan hasil tes awal nantinya program-program bisa disusun untuk para penderita. Ditegaskanya, pada prinsipnya latihan diberikan mulai latihan ringan dan ditingkatkan bertahap sesuai kemampuan, tapi tidak boleh diforsir.

 

''Rehabilitasi penyakit jantung lebih ditekankan berupa latihan-latihan ringan sampai sedang termasuk untuk melatih pernafasan. Hasil latihan tersebut nantinya akan dievaluasi dan digunakan untuk menentukan batas kemampuan aktivitas sehari-harinya,'' katanya.

 

Ia menjelaskan, program latihan fisik itu bagi penderita gangguan jantung bertujuan untuk mengoptimalkan kapasitas fisik tubuh, memberi penyuluhan pada pasien dan keluarga dalam mencegah perburukan dan membantu pasien untuk kembali dapat beraktivitas fisik seperti sebelum mengalami gangguan jantung.

 

''Manfaat latihan fisik pada penderita gangguan jantung yakni, mengurangi efek samping fisiologis dan psikologis tirah baring di rumah sakit, memonitor kondisi fisiologis penderita, mempercepat proses pemulihan dan kemampuan untuk kembali pada level aktivitas sebelum serangan jantung,'' tandasnya. (sr-47 )

 

Navigation