Artikel Kesehatan


28-12-2017 | Hit : 74

RETINOPATI DIABETIK

Dr. Satya Hutama Pragnanda, Sp.M

KSM MATA 

 DEFINISI

Retinopati diabetik merupakan komplikasi mikrovaskular diabetes melitus yang terjadi pada mata, selain komplikasi lanjutan lainnya dari diabetes yaitu nefropati ( ginjal) dan neuropati ( syaraf).

Sebelum dibahas lebih lanjut mengenai retinopati diabetik ini, perlu kita ketahui gejala-gejala dari diabetes melitus dibawah ini antara lain sebagai berikut

Sumber : https://qph.ec.quoracdn.net/main-qimg-2c3c90557c43ca6b9ac496db7a3c7251-c

 

TANDA DAN GEJALA

 

Retinopati diabetik pada stadium awal tidak memiliki tanda dan gejala yang spesifik, tanda dan gejala spesifik baru terjadi pada kondisi retinopati diabetik stadium lanjut dimana ditandai dengan kadar gula darah dan HbA1c yang relatif tinggi disertai dengan gejala-gejala seperti pandangan kabur (pada kondisi edema makula) dan juga pandangan kabur seperti tertutup bayangan hitam (pada kondisi perdarahan vitreus ).

 

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis retinopati diabetika diantaranya :

  • Kadar Gula Darah ( Sewaktu, Gula I-II )
  • Kadar HbA1C
  • Pemeriksaan segmen anterior bola mata dengan slitlamp
  • Pemeriksaan segmen posterior bola mata dengan ophthalmoscope maupun condensing lens.

 

HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG

 

Pemeriksaan segmen posterior bola mata akan menunjukkan seberapa berat komplikasi diabetes melitus pada mata pasien. Apakah pasien tersebut berada pada stadium ringan sedang ( non proliferative diabetic retinopathy ) atau berada pada stadium sedang berat ( proliferative diabetic retinopathy )

 

 

TERAPI DAN TINDAKAN MEDIS

Pada stadium ringan sedang (non proliferative diabetic retinopathy) pasien diberikan edukasi untuk mengatur diet dan kadar gula darah dipertahankan < 200 mg/dl. Selain itu pasien diminta untuk kontrol evaluasi tajam penglihatan dan kondisi syaraf mata secara berkala antara 6 bulan- 1 tahun sekali.

Pada stadium sedang berat ( severe non proliferative diabetic retinopathy dan proliferative diabetic retinopathy ) selain hal tersebut diatas perlu juga dilakukan tindakan sesuai dengan derajat berat penyakitnya antara lain :

  • Laser fotokoagulasi retina ( pan retinal photocoagulation, focal laser photocoagulation )
  • Injeksi steroid atau pun injeksi anti-VEGF didalam bola mata
  • Operasi Vitrektomi, pada kondisi stadium lanjut bila terdapat perdarahan vitreus yang tidak hilang, ablasio retina, traksi pada retina yang melibatkan makula.

 

        

PROGNOSIS

Retinopati diabetik stadium ringan sedang apabila kondisi gula darah terkontrol baik dengan evaluasi yang teratur memiliki prognosis yang baik.

Namun apabila kadar gula darah tidak terkontrol baik mengakibatkan perburukan kondisi syaraf mata dan membutuhkan tindakan pembedahan seperti vitrektomi maka prognosisnya tidak sebaik stadium ringan sedang.

 

 

Navigation