Berita Terbaru


18-07-2018 | Hit : 86

RINITIS ALERGI TURUNKAN KUALITAS HIDUP

(Artikel ini disampaikan oleh dr.Anna Mailasari Kusuma Dewi, Sp THT-KL,Msi Med dari RSUP dr.Kariadi)

 

 undefinedrinitis

Semarang (18/07/2018) - Sahabat sehat, bersin-bersin tidak boleh dianggap biasa saja. Jika sudah terlalu sering akan mengganggu kualitas hidup, produktivitas, dan aktivitas sehari-hari. Gejala bersin terus menerus kemungkinan menyebabkan rinitis alergi. Jika dibiarkan dan tidak diberikan penanganan bisa bersifat kronik dan sepanjang hidup.

Rinitis didefinisikan sebagai peradangan dari membran mukosa hidung yang ditandai dengan gejala kompleks yang terdiri dari kombinasi beberapa gejala berikut, bersin lebih dari lima kali, hidung tersumbat, hidung gatal dan rinore (sekret hidung). Mata, telinga, sinus dan tenggorokan juga dapat terlibat.

Meskipun bukan penyakit yang mengancam jiwa seseorang, namun rinitis alergi tidak boleh dianggap remeh sebab dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Tak hanya aktivitas sehari-hari yang menjadi terganggu, biaya yang dikeluarkan semakin mahal jika penyakit tersebut tidak segera diobati.

Jika terus berkepanjangan memang bisa mengganggu kualitas hidup karena mempengaruhi produktivitas baik iyu dalam belajar untuk anak muda yang masih sekolah ataupun produktivas dalam bekerja. Sebaiknya jika terus terjadi gejala tersebut segera dilakukan pemeriksaan.

Rinitis alergi dipicu alergen seperti debu, jamur, serbuk sari, bulu binatang. Penderita harus mengetahui dan harus menghindari penyebab terjadinya rinitis alergi adapun berdasarkan sifat berlangsungnya rinitis alergi dibagi dua yakni, intermiten (kadang-kadang) dan persisten (menetap). Intermiten yaitu bisa gejala kurang dari empat hari per minggu. Sedangkan persisten jika gejala lebih dari empat hari atau lebih per minggu.

Terdapat beberapa cara untuk mengobati rinitis alergi. Yang utama adalah penderita harus mengetahui faktor penyebab bersin-bersin. Penggunaan obat juga bisa menjadi alternatif pengobatan tentunya dengan pendampingan dokter. Selain itu dapat dilakukan terapi alergi evaluasi dengan waktu sekitar dua hingga empat minggu. Cara terakhir dilakukan imunoterapi yang membutuhkan waktu lebih lama sekitar tiga sampai empat tahun. Untuk bisa menentukan cara pengobatan yang tepat memang sebaiknya dilakukan pemeriksaan menyeluruh terlebih dahulu.

 

Nizaar Ferdian PKRS Humas RSUP Dr.Kariadi

 

 

Navigation