Berita Terbaru


04-01-2018 | Hit : 17

RSUP Dr. KARIADI BERIKAN TAMBAHAN ILMU TENTANG DIFTERI PADA PEGAWAINYA

Semarang – Sebagai salah satu langkah antisipasi sekaligus edukasi bagi para pegawainya, RSUP Dr. Kariadi (RSDK) mengadakan sosialisasi penyakit Difteri baru-baru ini.

Penyakit Difteri adalah infeksi tenggorokan yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan  merupakan penyakit yang sedang mewabah dengan cepat diberbagai daerah yang ada Indonesia.   Penyakit ini dapat terjadi pada hidung, tenggorokan, dan saluran udara tetapi juga dapat menginfeksi kulit dan  satu penyakit yang dapat berakibat fatal karena dapat mengakibatkan kematian jika tidak ditangani secara cepat dan tepat.

Acara sosialisasi ini dilaksanakan  pukul 13.00 -15.30 WIB di Aula Anggrek Diklat RSDK, diikuti sejumlah peserta dari Dokter, Perawat serta pegawai Non Medis. Dalam acara tersebut menghadirkan beberapa narasumber yaitu dr. Najatullah,Sp.BP, dr. MM. DEAH, Hapsari Sp A (K), dan dr.Iva Puspitasari,Sp.MK.                   

Kegiatan dibuka oleh Direktur Umum dan Operasional RSUP Dr Kariadi, dr. Arif Rahman Sadad, SpF, Msi.Med yang menjelaskan bahwa penyakit Difteri ini telah tersebar dan penderitanya bukan hanya anak-anak namun juga orang dewasa. Selain itu penyakit difteri sebenarnya sudah lama tidak muncul, sehingga bisa menimbulkan kekhawatiran akibat minimnya pengetahuan soal penyakit ini di masyarakat. Oleh karena itu sebagai petugas kesehatan baik itu Dokter, Perawat atau bidang lainnya harus dapat memberikan informasi yang benar kepada pasien dan masyarakat umum.

Pada pembicara kedua dr. MM. DEAH, Hapsari Sp A (K) mengingatkan, penyebaran Difteri dapat meningkat apabila tindakan preventif di masyarakat tidak bagus. Sedangkan tatalaksana Difteri sangat dibutuhkan pada tahap awal menyebarnya penyakit sehubungan dengan toksin yang dibentuk oleh kuman difteria, karenanya untuk pencegahan terbaik dapat dilakukan dengan vaksinasi kepada semua bayi dan anak yang sudah terjadwal di program imunisasi.

Selain itu yang menjadi catatan penting bagi insan kesehatan, disampaikan oleh pembicara ketiga dr. Najatullah Najatullah,Sp.BP,  yang berujar sebagai salah satu wujud pencegahan penyakit Difteri maka harus ada vaksinasi pada orang yang belum menerima program imunisasi secara tidak lengkap. Difteri Serum diberikan kepada petugas di RSDK, terutama yang diprioritaskan adalah petugas di IGD, Ruang Isolasi, Ruang Rajawali dan ICU. Acara diakhiri dengan menyaksikan video simulasi penanganan penyakit dari mulai penanganan pasien di Instalasi Gawat Darurat Rumah sakit sampai dengan pengiriman pasien ke ruang rawat inap. (Onky – Humas RSUP Dr. Kariadi)

Navigation