Artikel Kesehatan


24-10-2017 | Hit : 46

RSUP Dr. Kariadi Bincang Sehat Tentang Demensia

 Semarang--dr Rejeki Andayani Rahayu SpPD K-Ger menjawab pertanyaan masyarakat tentang demensia atau kepikunan pada kolom bincang sehat RSUP Dr. Kariadi, selasa (24/10/2017).

Masyarakat yang periksa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang biasanya menanyakan, apa benar penyakit demensia ini bisa menurun ke anak-anak yang mempunyai orang tua dengan riwayat pikun. Ada pula yang masih bingung dengan Perilaku hidup seperti apa yang sebaiknya dilakukan agar terhindar dari penyakit yang biasanya menyerang pada usia lanjut ini.

"Penyakit demensia biasanya memang bisa diwarisi oleh keturunannya. Meski demikian, hal tersebut dapat dicegah dengan menghilangkan faktor resiko." ujar Dr Rejeki. Demensia terjadi karena adanya kerusakan pada otak. Yang ditandai dengan 10 gejala, diantaranya :

  1. Gangguan daya ingat
  2. Kesulitan melakukan kegiatan sederhana atau kegiatan sehari- hari yg biasa dilakukan.
  3. problem berbicara/ berbahasa.
  4. Disorientasi/ salah mengenali waktu/ tempat dan orang.
  5. Penampilan memburuk
  6. Kesulitan menghitung.
  7. Salah atau lupa meletakkan barang-barang.
  8. Perubahan perasaan dan perdalat
  9. Perubahan kepribadian.
  10. Hidangnya minat dan inisiatip.

 

Pada penderita alzheimer terdapat kerusakan otak berupa munculnya plak, serabut saraf menjadi kusut dan akhimya otak menjadi kecil atau mengkerut Alzheimer adalah penyakit degeneratif otak yang mengakibatkan penurunan fungsi otak yang progresif . Pelan tapi pasti terus menurun sampai akhimya mati.

Dimulai dari sering lupa, kemampuan menghitung kacau, salah mengenali orang, salah mengenali tempat, kerusakan berbahasa (jika berbicara kacau atau mengulang-ulang perkataan). Menganggap istrinya adalah ibunya atau sebaliknya, hingga otak tidak dapat berfungsi, melupakan segalanya termasuk jati dirinya sendiri, tidak dapat bergerak hingga meninggal dunia.

Beberapa kebiasaan aneh yang dimiliki penderita alzeheimer diantaranya suka bepergian, namun tidak tahu jalan kembali ke rumah. Sehingga pada tahap ini Iansia penderita alzheimer tangannya diberi pertanda dengan gelang. Pada gelang tersebut dituliskan nama, alamat, dan no telp yang bisa dihubungi, untuk berjaga-jaga apabila pergi dari rumah tanpa pengawasan. Perilaku aneh lainnya seperti bermainan dengan kotorannya sendiri.

Kadang ada beberapa pasien RSUP Dr. Kariadi dengan masalah demensia ini yang kehilangan kesadaran, bisa mengamuk dan marah-marah tanpa sebab. Hingga membahayakan dirinya sendiri atau orang lain. Faktor resiko dari penyakit demensia antara lain : merokok, peminum alkohol, penyakit diabetes/ gula, hipertensi, penyakit jantung, kegemukan/ obesitas, hidup leyeh2/ tdk aktif, makan tdk sehat seperti banyak lemak, tepung, gula dan jumlah berlebihan serta stroke/ berbagai penyakit degeneratif otak.

Selain itu juga karena usia, penyakit demensia ini sebagian besar menyerang pada usia diatas 65 tahun. Sedangkan untuk mencegah agar tidak terkena penyakit demensia, maka beberapa perilaku hidup sehat bisa dilakukan sejak usia 40 tahun. Seperti menghindari kebiasaan hidup tanpa memilih kegiatan atau hanya makan dan tidur saja. Makanlah makanan dengan gizi yang seimbang perbanyak buah dan sayur, asupan protein dan karbohichat seimbang, hindari gorengan, diet rendah lemak terutama lemak jenuh, hindari konsumsi gula yang berlebihan. jika ada tekanan darah tinggi harus berobat agar tensi normal. Olahraga teratur, jenis olahraga yang dianjurkan adalah jalan kaki, bersepeda, berenang dan gerakan cross the body. Hal ini selaras dengan anjuran Kementerian Kesehatan melalui program Germas. Selain itu, lakukanlah kegiatan yang dapat mengasah kerja otak seperti bermain puzle, catur, mengisi teka-teH silang dan masih banyak yang lainnya. (Suprih-Humas RSUP Dr. Kariadi)

Navigation