Artikel Kesehatan


04-10-2017 | Hit : 10

SELUK BELUK NARKOLEPSI YANG HARUS DIKETAHUI

dr Herlina Sp.S

KSM NEUOROLOGI RSUP Dr. KARIADI 

 

Narkolepsi adalah gangguan tidur yang ditandai dengan rasa kantuk luar biasa di siang hari dan serangan tiba-tiba tidur. Orang dengan narkolepsi sering menemukan kesulitan untuk tetap terjaga selama jangka waktu yang lama. Narkolepsi dapat menyebabkan gangguan serius dalam aktivitas sehari-hari.


Padangan masyarakat terhadap narkolepsi adalah suatu penyakit yang berhubungan dengan depresi, epilepsi, kelelahan, dan kondisi lain yang secara wajar memang dapat mengakibatkan rasa mengantuk. Pendapat ini ternyata salah karena narkolepsi disebabkan oleh karena otak tidak mampu mengatur siklus bangun-tidur secara normal dan bukan disebabkan oleh hal-hal tersebut di atas.


Penderita narkolepsi diperkirakan 1 orang pada 2000 penduduk dewasa. Diagnosis narkolepsi selama ini masih sangat kurang, banyak pasien yang belum terdiagnosis dengan baik.
Gejala klasik dari narkolepsi, sering disebut sebagai "tetrad narkolepsi," adalah cataplexy, kelumpuhan tidur, halusinasi hypnagogic, dan kantuk di siang hari yang berlebihan. Gejala lain mungkin termasuk perilaku otomatism dan tetap terjaga saat malam hari. Gejala-gejala ini mungkin tidak terjadi pada semua pasien.


Cataplexy adalah kondisi hilangnya fungsi otot, mulai dari kelemahan sedikit seperti limpness di leher atau lutut, otot-otot wajah, kelemahan di lutut, atau ketidakmampuan untuk berbicara dengan jelas secara episodik. Episode mungkin dipicu oleh reaksi emosional mendadak seperti tertawa, marah, terkejut, atau takut, dan dapat berlangsung dari beberapa detik hingga beberapa menit. Orang tetap sadar sepanjang episode. Dalam beberapa kasus, cataplexy mungkin menyerupai serangan epilepsi. Biasanya bicara melantur dan gangguan pengelihatan (penglihatan ganda, ketidakmampuan untuk fokus), gangguan pendengaran, dan kesadaran tetap normal. Cataplexy juga memiliki dampak emosional yang berat pada narcoleptics, karena dapat menyebabkan kecemasan yang ekstrim, ketakutan, dan menghindari orang atau situasi yang mungkin menimbulkan serangan.


Sleep paralysis adalah ketidakmampuan sementara untuk berbicara atau bergerak saat bangun (atau lebih jarang, ketika tertidur). Ini bisa berlangsung beberapa detik untuk menit. Hal ini sering menakutkan tetapi tidak berbahaya. Masyarat biasa mengenal ini sebagai “tindihan”.
Halusinasi hypnagogic, seringkali menakutkan, pengalaman mimpi yang terjadi ketika tertidur, tertidur. Halusinasi hypnopompic mengacu pada sensasi yang sama saat terbangun dari tidur. Halusinasi ini dapat bermanifestasi dalam bentuk sensasi visual atau auditori.
Perilaku otomatism berarti bahwa seseorang terus berfungsi (berbicara, meletakkan hal-hal yang jauh, dll) selama episode tidur, tapi terbangun tanpa memori pernah melakukan.


Diagnosis narkolepsi harus ditegakan dengan bantuan pemeriksaan PSG (polisomnografi) dan beberapa kuesioner seperti Epsworth Sleepiness Day Scale, Pittsburgh Quality Sleep Index (PSQI), sleep diary, dan kuesioner lain untuk menilai kualitas tidur.
Terapi narkolepsi meliputi terapi dengan obat (farmakologis) maupun psikologis. Terapi yang masih dikembangkan sampai saat ini adalah terapi cahaya untuk mengatur siklus tidur bangun.

Navigation