Artikel Kesehatan


23-05-2017 | Hit : 47

SINDROM HEMOLITIK UREMIK (HEMOLYTIC UREMIC SYNDROME/HUS)

Pendahuluan

            Sindrom Hemolitik Uremik (HUS) adalah kondisi yang disebabkan oleh destruksi abnormal dari sel darah merah. Sel darah merah yang rusak menyumbat sistem penyaringan di ginjal, yang akhirnya menyebabkan gagal ginjal yang mengancam nyawa.

            HUS biasanya terjadi pada anak-anak setelah diare selama lima sampai sepuluh hari—seringkali diare berdarah—akibat infeksi strain tertentuk dari bakteri Eschericia coli (E. coli). Orang dewasa juga dapat menderita HUS akibat E. coli atau infeksi lainnya, pengobatan tertentu, atau kehamilan.

            HUS adalah kondisi yang serius. Namun terapi yang tepat dan cepat dapat memberikan kesembuhan total untuk sebagian besar orang, khususnya anak-anak muda.

Gejala dan Penyebab

Gejala

Gejala dan tanda HUS antara lain:

  • Diare berdarah
  • Berkurangnya urin atau darah pada urin
  • Nyeri perut, muntah, dan terkadang demam
  • Pucat
  • Lebam kecil atau perdarahan yang tidak diketahui sebabnya dari hidung dan mulut
  • Kelelahan dan iritabilitas
  • Kebingungan atau kejang
  • Tekanan darah tinggi
  • Bengkak pada wajah, tangan, kaki, atau seluruh tubuh

Kapan harus menemui dokter?

Temui dokter secepatnya, bila anda atau anak anda mengalami diare berdarah atau diare selama beberapa hari disertai:

  • Penurunan jumlah urin
  • Lebam yang tidak diketahui penyebabnya
  • Perdarahan yang tidak biasa
  • Kelelahan berat

Cari bantuan darurat bila anda atau anak anda tidak berkemih selama 12 jam atau lebih.

Penyebab

            Penyebab HUS paling banyak—khususnya untuk anak dibawah usia 5 tahun—adalah infeksi bakteri E. coli yang memproduksi toksin tertentu (shiga toxin-producing E.coli atau STEC). Sebuah strain E. coli yang diketahui adalah E. coli O157:H7. Strain E. coli lain juga mungkin menyebabkan HUS.

  1. coli merupakan sebuah kelompok bakteri yang umum dijumpai di usus manusia dan hewan yang sehat. Sekian ratus tipe E. coli tidak berbahaya bagi manusia. Namun, beberapa strain E. coli—termasuk yang menyebabkan HUS—berperan dalam infeksi berat akibat makanan.
  2. coli dapat ditemukan di:
  • Daging atau produk yang terkontaminasi
  • Kolam renang atau danau yang terkontaminasi feses

Terkadang, infeksi E. coli dapat menyebar melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, seperti dalam keluarga atau tempat penitipan. Sebagian besar pasien yang terinfeksi dengan E. coli, walaupun dengan strain yang lebih berbahaya, tidak menderita HUS.

Penyebab HUS lainnya, antara lain:

  • Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti kuinin sulfat (Qualaquin). Beberapa obat kemoterapi, obat yang mengandung imunosupresan siklosporin (Neoral, Sandimmune, Gengraf) dan obat-obatan antiplatelet.
  • Infeksi tertentu seperti HIV/AIDS atau infeksi bakteri pneumokokal
  • Kehamilan (jarang terjadi)

Kerentanan terhadap tipe HUS yang jarang dijumpai—atau HUS atipikal, HUS primer, atau HUS yang diperantarai komplemen—dapat diturunkan secara genetik ke anak. Orang-orang yang memiliki mutasi gen penyebab HUS atipikal tidak selalu menderita kondisi ini. Gen yang bermutasi mungkin teraktivasi setelah infeksi saluran nafas atau abdominal.

Faktor Risiko

Risiko terjadinya HUS paling tinggi pada:

  • Anak-anak dibawah usia 5 tahun
  • Orang usia lebih dari 75 tahun
  • Orang dengan perubahan genetik tertentu sehingga mereka lebih rentan

Komplikasi

HUS dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa, seperti:

  • Gagal ginjal, baik akut maupun kronik
  • Tekanan darah tinggi
  • Stroke
  • Koma
  • Gangguan pencernaan (usus), seperti kolitis inflamatorik
  • Gangguan jantung

Diagnosis

Untuk memastikan diagosis HUS, dokter anda mungkin merekomendasikan pemeriksaan laboratorium, seperti:

  • Tes darah. Tes ini dapat menentukan apakah ada kerusakan sel darah merah atau tidak. Tes darah juga dapat menunjukkan jumlah platelet yang rendah, jumlah sel darah merah yang rendah atau kadar kreatinin yang lebih tinggi, produk buangan tubuh yang biasanya dibuang melalui ginjal.
  • Tes urin. Tes ini dapat mendeteksi kadar protein, darah, dan tanda infeksi abnormal di urin.
  • Sampel feses. Tes ini mungkin dapat mendeteksi E. coli yang memproduksi toksin dan bakteri lain penyebab HUS.

Terapi

HUS memerlukan terapi di rumah sakit. Untuk mengurangi gejala dan tanda, serta untuk mencegah masalah lebih lanjut, terapi dapat terdiri dari:

  • Penggantian cairan. Cairan dan elektrolit yang hilang harus diganti dengan hati-hati karena ginjal tidak dapat membuang kelebihan cairan da produk-produk buangan seperti normal.
  • Transfusi sel darah merah. Sel darah merah, yang ditransfusi melalui jarum intravena (IV), dapat menghilangkan gejala HUS, seperti menggigil, kelelahan, sulit bernafas, denyut jantung yang cepat, kulit kungin, dan urin berwarna gelap.
  • Transfusi platelet. Transfusi platelet secara IV dapat membantu darah membeku lebih normal bila ada perdarahan atau lebam di tubuh anda.
  • Pergantian plasma. Plasma adalah bagian darah yang mendukung sirkulasi sel-sel darah dan platelet. Terkadang, sebuah mesin digunakan untuk membersihkan darah dari plasmanya dan menggantinya dengan donor plasma segar atau beku.
  • Dialisis ginjal. Terkadang dialisis diperlukan untuk menyaring produk-produk buangan tubuh dari darah. Dialisis umumnya merupakan terapi sementara hingga ginjal dapat berfungsi dengan adekuat kembali. Namun, apabila anda memiliki gangguan ginjal yang berat, anda mungkin memerluka dialisis jangka panjang.

Terapi yang tepat dapat memberikan kesembuhan pada sebagian besar pasen HUS, khususnya anak-anak muda.

Apabila anda mengalami kerusakan ginjal akibat HUS, dokter anda dapat merekomendasikan obat-obatan untuk menurunkan tekana darah anda—eculizumab (Soliris)—yang dapat mencegah kerusakan sel sehat lebih lanjut. Untuk mencegah infeksi yang lebih serius, anda atau anak anda dapat diberikan vaksin meningokokal sebelum mendapatkan terapi ini.

Persiapan ke dokter

            Apabila anda atau anak anda mengalami gejala HUS setelah beberapa hari terkena diare, hubungi dokter anda secepatnya dan siapkan jawaban atas pertanyaan ini:

  • Apakah ada darah di diare anda?
  • Apakah anda atau anak anda mengalami demam, bengkak, atau jumlah urin yang berkurang?
  • Berapa lama anda atau anak anda mengalami gejala ini?
  • Berapa lama sejak terakhir anda atau anak anda berkemih?

Apa yang dapat anda lakukan terlebih dulu?

            Apabila anda atau anak anda memiliki penyakit yang menyebabkan muntah dan diare, maka cairan dapat diganti dengan solusi rehidrasi oral, seperti CeraLyte70, Pedialyte, atau Oralyte.

Penanganan Mandiri

Pencegahan

            Daging atau produk yang terkontaminasi E.coli tidak selalu terlihat, terasa, atau berbau tidak sedap. Untuk melindungi dari E. coli atau penyakit akibat makanan lainnya:

  • Hindari susu, jus, dan cuka yang tidak terpasteurisasi
  • Cuci tangan dengan sabun sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan mengganti popok
  • Bersihkan peralatan makan dan makanan
  • Masak daging hingga suhu internal minimal 70 derajat celcius
  • Hangatkan daging yang beku di mikrowave atau kulkas
  • Simpan makanan mentah dari makanan siap santap. Jangan tempatkan makanan jadi di tempat bekas makanan mentah
  • Simpan daging di kulkas untuk mengurangi risiko cairan seperti darah menetes dari daging tersebut
  • Hindari tempat-tempat berenang yang tidak bersih. Jangan berenang bila anda sedang diare.

 

 

Navigation