Berita Terbaru


25-08-2014 | Hit : 602


Mengutip wawancara salah satu media massa online dengan Menteri Kesehatan RI, Ibu Nafsiah Mboi mengenai Virus Ebola. Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi merasa belum perlu mencegah warga dari Afrika ke Indonesia karena merebaknya virus ebola.
 
 
Berikut kutipan selengkapnya; 

Bagaimana dengan sosialisa­si ke masyarakat?

Sosialisasi disampaikan kepa­da seluruh masyarakat, terutama yang mau ke negara-negara terjangkit virus ebola.
  
Masyarakat tetap khawatir, ini bagaimana?
Masyarakat tidak perlu panik. Tapi tetap perlu waspada. Masya­ra­kat hendaknya menggunakan pola hidup bersih dan sehat, ter­masuk menjaga kebersihan ma­kanan karena penularannya terjadi secara langsung.

Bukankah virus ebola sudah mewabah, sehingga WHO turun tangan?

Memang benar WHO sudah menetapkan ebola sebagai global health emergency of internasional concern. Itu berarti semua nega­ra-negara anggota WHO sebe­narnya sudah punya yang disebut internasional health regulation. Di situ ada ketentuan tahap-tahapnya. 

Bagaimana antisipasinya?
Sekarang sudah kita siagakan. Paling tidak kita sudah lakukan koordinasi lintas sektor. Jadi pengunjung yang berasal dari ne­gara-negara yang sudah terinfeksi itu, betul-betul dibatasi. 

Adakah koordinasi dengan Kerajaan Arab Saudi?
Sudah berjalan. Concern terbesar kita adalah mereka yang akan berangkat haji. Kita sudah ada kontak dengan Menkes Arab Saudi. Mereka sudah menjamin precautions telah diambil agar tidak menyebabkan masalah di musim haji.

Apa yang perlu diantisipasi masyarakat agar tidak terkena virus ebola?
jika masyarakat mengalami gejala-gelaja virus ebola seperti demam, panas tinggi, lemas, dan ruam-ruam merah, apalagi kalau disertai muntah dan diare, harus segera memeriksakan diri ke dokter. 
 
Senada dengan pernyataan tersebut, Dr. dr. Hussen Gasem,PhD, Sp.PD-KPTI dari RSUP Dr. Kariadi  mengatakan bahwa masyarakat harus mempunyai pengetahuan yang jelas dan pasti sehingga masysarakat menjadi waspada dan tidak panik bila menemui gejala-gejal yang sering dijumpai pasien yang terserang virus ebola. hal tersebut disampaikan dalam sosialisasi virus ebola baru-baru ini di RSUP Dr. Kariadi.
 
Lebih lanjut Dr. Hussein Gasem mengemukakan salah satu cara menghindari penularan Ebola adalah dengan menghindari kontak langsung dengan pasien Ebola karena penyakit tersebut ditularkan melalui cairan tubuh seperti darah, air liur, urine dan sekresi tubuh lainnya. Selain itu, masyarakat juga diharap untuk mempertahankan perilaku hidup bersih dan sehat seperti rajin mencuci tangan memakai sabun untuk mencegah penularan
 
 

Navigation