Artikel Kesehatan


29-01-2018 | Hit : 218

STRIKTUR URETRA

Oleh :

Nanda Daniswara, Sp.U

Spesialis Urologi RSUP dr. Kariadi Semarang

 

 

APA ITU STRIKTUR URETRA?

Uretra adalah saluran yang membawa urin dari kandung kemih sehingga bisa dikeluarkan dari tubuh. Biasanya uretra cukup lebar agar air kencing mengalir bebas melewatinya, akan tetapi bila uretra menyempit dapat membatasi aliran urin. Ini dikenal sebagai striktur uretra.

 

APA PENYEBAB STRIKTUR URETRA?

Striktur uretra melibatkan penyempitan uretra. Hal ini biasanya karena peradangan jaringan atau adanya jaringan parut. Jaringan parut bisa jadi akibat banyak faktor, antara lain :

  1. Trauma : Pelvic Fracture Urethral Injury (PFUI) dan Straddle Injury akibat kecelakaan kendaraan lalu lintas atau trauma yang terjadi di daerah dekat skrotum
  2. Infeksi : Infeksi Menular Seksual (IMS) akibat kuman gonore dan klamidia
  3. Iatrogenik : Pemasangan kateter yang tidak baik, riwayat operasi prostat, radiasi
  4. Idiopatik

 

APA SAJA GEJALA STRIKTUR URETRA?

Striktur uretra dapat menyebabkan banyak gejala, mulai dari yang ringan hingga berat. Beberapa tanda dari striktur uretra meliputi:

  1. Pancaran urin kecil seperti lidi
  2. Tiba-tiba, sering mendesak untuk buang air kecil
  3. Perasaan pengosongan kandung kemih yang tidak tuntas setelah buang air kecil
  4. Sering memulai dan menghentikan aliran air kencing
  5. Sakit atau terbakar saat buang air kecil
  6. Nyeri di daerah perut bagian bawah dan penis
  7. Ketidakmampuan untuk buang air kecil (ini sangat serius dan membutuhkan perhatian medis segera)

 

BAGAIMANA STRIKTUR URETRA DIDIAGNOSIS?

Dokter mungkin menggunakan beberapa pendekatan untuk mendiagnosa striktur uretra.

  1. Meninjau kembali gejala dan riwayat kesehatan anda

Anda bisa melaporkan sendiri gejala yang disebutkan di atas. Dokter Anda mungkin juga bertanya tentang penyakit masa lalu dan prosedur medis untuk menentukan apakah satu atau lebih faktor resiko ada.

  1. Melakukan pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik sederhana pada area genitalia eksterna dapat membantu dokter mengidentifikasi adanya striktur uretra.

  1. Melakukan pemeriksaan penunjang

Untuk membuat diagnosis pasti adanya striktur uretra, dokter mungkin juga memutuskan untuk melakukan satu atau beberapa tes berikut ini:

  • Urinalisis dan kultur urin : Menganalisis sifat fisik dan kimia urin untuk mengetahui apakah terdapat darah maupun jenis bakteri
  • Uroflowmetri : Mengukur laju aliran saat buang air kecil
  • Uretrosistografi : Foto rontgen dengan memasukkan zat kontras melalui uretra dan kandung kemih untuk melihat letak dan panjang striktur
  • Uretrosistoskopi: memasukkan alat kecil dengan kamera ke tubuh untuk melihat bagian dalam uretra dan kandung kemih

 

APA METODE PENGOBATAN UNTUK STRIKTUR URETRA?

Pengobatan tergantung pada tingkat keparahan kondisi masing masing individu

  1. Non Operasi

Modus utama pengobatan adalah membuat uretra lebih lebar dengan menggunakan alat medis yang disebut dilator. Ini adalah prosedur rawat jalan, artinya Anda tidak perlu bermalam di rumah sakit. Seorang dokter akan memulai dengan memasukkan alat melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih untuk mulai melebarkannya. Seiring waktu, dilator yang lebih besar secara bertahap akan meningkatkan lebar uretra, akan tetapi prosedur ini sudah mulai banyak ditinggalkan.

  1. Operasi

Pembedahan adalah pilihan utama untuk kasus striktur ini. Prosedur uretroplasti ini melibatkan pembuangan jaringan yang striktur dan rekonstruksi uretra.

  1. Pengalihan/diversi aliran urin

Pada kasus yang parah, prosedur pengalihan aliran urin mungkin diperlukan. Operasi ini secara permanen mengubah aliran urin ke lubang di perut maupun perineum.

 

BAGAIMANA SAYA BISA MENCEGAH STRIKTUR URETRA?

Infeksi menular seksual adalah salah satu penyebabnya, dengan menggunakan perlindungan selama kontak seksual dapat mencegah beberapa kasus. Namun, akibat trauma dan kondisi medis lainnya yang terkait dengan striktur uretra tidak selalu bisa dihindari. Penting untuk segera menemui dokter jika Anda mengalami gejala kejang uretra. Mengobati masalah dengan cepat adalah cara terbaik untuk menghindari komplikasi serius.

 

APA PROGRAM JANGKA PANJANGNYA?

Dalam beberapa kasus, striktur dapat menyebabkan retensi urin, ketidakmampuan untuk buang air kecil ini karena penyumbatan total di uretra karena jaringan parut. Ini adalah kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya. Anda harus segera menghubungi dokter Urologi jika Anda mengalami gejala striktur dan tidak dapat buang air kecil.

Navigation