Artikel Kesehatan


04-10-2017 | Hit : 22

SUARA SERAK TAPI BUKAN ROCKER

Dr. Reri Budiarti, Sp.THT-KL, MSi.Med

KSM THT-KL RSUP Dr. KARIADI

 

            Setiap orang pasti mengeluarkan suara setiap harinya. Suara kita butuhkan untuk berkomunikasi dengan orang lain, mengekspresikan perasaan bahkan sebagai sumber mata pencaharian utama. Orang- orang seperti guru, penyanyi , pembawa acara dan pedagang bahkan menggantungkan hidup dan kariernya dari suara mereka. Bayangkan kalau suatu saat salah seorang dari mereka tidak bisa mengeluarkan suara atau suara kita mendadak berubah.

            Kita seringkali menganggap ringan perubahan yang terjadi pada suara kita, apalagi apabila hal itu tidak berkaitan dengan pekerjaan utama kita. Kalau serak tak sedikit orang yang malah menganggapnya bukan masalah , malah dibilang serak- serak basah atau malahan biar mirip penyanyi dan rocker katanya.

            Suara kita dihasilkan dari organ yang disebut pita suara. Terbentuknya suara adalah hasil koordinasi pita suara, otot, saraf dan organ-organ resonansi lainnya. Gangguan pada suara berarti adanya masalah dari organ- organ terkait di atas. Gangguannya dapat disebabkan penyakit radang, infeksi, kelelahan, penyakit saraf bahkan tumor jinak maupun ganas.

            Penyakit radang/ infeksi  bisa terjadi dalam waktu singkat ( akut ) maupun lama ( kronik ) . Penyakit ini harus diketahui penyebabnya sehingga bisa diobati dengan terapi yang sesuai. Penyakit yang dikarenakan kelemahan saraf pita suara memerlukan penangananan yang lebih kompleks dan lama. Tumor jinak memerlukan terapi operatif untuk mengembalikan bentuk dari pita suara, sementara tumor ganas memerlukan terapi komprehensif yang terkadang menyebabkan penderitanya harus kehilangan fungsi suara.

            Setelah kita menyadari pentingnya fungsi suara bagi kita maka sebaiknya kita lebih waspada terhadap timbulnya gangguan suara. Suara yang mulai serak atau berubah harus kita periksakan segera ke dokter THT untuk dievaluasi. Penggunaan suara yang berlebihan juga harus dikurangi untuk mencegah terjadinya cidera pada pita suara. Pengobatan yang adekuat selama 2 minggu yang tidak menghasilkan perbaikan suara sebaiknya dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang seperti endoskopi pita suara sehingga bisa didapatkan gambaran yang pasti tentang kelainan di daerah pita suara.

            Nah, mulai sekarang yuk sayangi pita suara kita dengan penggunaan suara yang baik dan pemeriksaan segera apabila ada perubahan suara.

 

Navigation