Artikel Kesehatan


10-06-2015 | Hit : 674

SEMARANG – Masalah kesehatan telinga sering diabaikan oleh sebagian besar masyarakat, padahal jika terjadi infeksi telinga yang sudah disertai komplikasi, akan sangat berbahaya bagi penderita. Dokter Pujo Widodo SpTHT-KL dari RSUP dokter Kariadi mengatakan, sebagian orang menganggap remeh cairan yang keluar dari telinga. Dijelaskannya, infeksi telinga supuratif kronik atau sering disebut Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) ada dua tipe yaitu tipe jinak dan tipe bahaya.

 

Tipe jinak ditandai dengan keluarnya cairan kuning kental terus menerus atau hilang timbul, seringkali tidak berbau busuk dan tidak dijumpai adanya kerusakan tulang. Tipe bahaya ditandai dengan cairan yang berbau busuk dan adanya kerusakan tulang yang disebabkan kolesteatoma.

 

”Kolesteatoma adalah terkumpulnya debris kulit di dalam rongga telinga tengah dan dapat merusak tulang di sekitar. Pada OMSK tipe jinak, jarang sekali menimbulkan komplikasi serius, sedangkan tipe bahaya sering menimbulkan komplikasi serius.

 

Telinga Keluar Cairan Tak Kunjung Sembuh

Penyebab tersering terjadinya kolesteatoma adalah buruknya fungsi saluran tuba Eustachii yang menghubungkan antara telinga dengan rongga di belakang hidung (nasofaring),” ujar Pujo ketika ditemui di Gedung Rajawali RSUP Kariadi. 

 

Penyebab gangguan fungsi tuba yaitu peradangan saluran nafas atas berulang, hipertropi adenoid dan penyakit celah langit-langit atau sering disebut palatosisis. Ketika saluran tuba berfungsi kurang baik, tuba tersebut akan kehilangan kemampuan dalam menyeimbangkan tekanan telinga, sehingga dalam rongga telinga tengah akan terjadi tekanan negatif.

 

”Tekanan negatif pada telinga tengah menyebabkan membrana timpani atau gendang telinga tertarik ke dalam, sehingga debris kulit pada liang telinga terkumpul ke dalam rongga telinga tengah, mulailah kolesteatoma terbentuk. Bisa saja kolesteatoma terjadi karena infeksi yang kronik, mukosa rongga telinga kanan berubah menjadi kulit,” imbuhnya.

 

Kolesteatoma menjadi berbahaya karena merusak atau menggerogoti tulang sekitar karena menjadi media kuman yang baik. Perjalanan penyakit ini lambat, bertahun-tahun, namun pasti. Tentunya kolesteatoma yang mempunyai kempampuan merusak tulang dan sebagai media yang baik untuk tumbuh kuman sangat berpotensi menimbulkan komplikasi.

 

”Komplikasi yang tersering adalah abses subperiosteal belakang telinga, di mana terjadi penimbunan nanah di bawah kulit belakang telinga serta tuli dan gangguan keseimbangan karena rusaknya labirin. Komplikasi wajah perot juga terjadi di mana kolestetoma merusak atau memutus saraf otot wajah,” paparnya.

 

Dia menjelaskan, komplikasi yang sangat berbahaya bagi penderita adalah bila perluasan kolesteatoma ke bagian atas yaitu otak yang bisa menyebabkan meningitis dan abses otak. Angka kematian menjadi tinggi bila terjadi komplikasi ke otak. Penanganan pun menjadi lebih kompleks, intervensi bedah saraf seringkali diperlukan atau bahkan harus.

 

”Kebanyakan penderita yang datang untuk memeriksakan kondisi mereka sudah dalam keadaan terjadi komplikasi.” Satu-satunya jalan terapi OMSK tipe bahaya adalah operasi. Dan bila sudah dilakukan pengobatan tidak sembuh-sembuh, patut dicurigai OMSK tipe bahaya perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

”Sebaiknya jika ada gejala, langsung cepat diperiksakan ke dokter, jangan dibiarkan. Cegah batuk dan pilek karena bisa menyebabkan gangguan saluran tuba, jika saluran tuba terganggu maka risiko terjadi OMSK tipe bahaya tinggi,” tandasnya. (fri-43)

Navigation