Artikel Kesehatan


18-04-2019 | Hit : 53

WASPADAI PENYAKIT AKIBAT BANJIR

Oleh DR Dr Muchlis AU Sofro SpPD-KPTI FINASIM dari RSUP dr.Kariadi

undefinedbanjir

Semarang (12/04/2019) - Penyakit yang biasanya muncul di saat banjir antara lain tifus (tifoid), demam biasa atau demam berdarah, leptospirosis, dan penyakit kulit sepertiscabies. Penyakit tifus disebabkan bakteri Salmonella typhiyang keluar melalui feses dan urin, bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi, serta cepat berkembang biak dan menyebar lewat aliran darah. Selain itu, tifus bisa terinfeksi lewat sentuhan dengan tangan penderita yang kotor. Tifus juga kadang disertai dengan diare. Pada saat banjir, sumber-sumber air bersih, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal bisa ikut tercemar.

Tempat pengungsian banjir pun terkadang memiliki fasilitas dan sarana serbaterbatas, termasuk ketersediaan air bersih. Hal tersebut menjadi potensial terhadap risiko diare. Musim hujan, terutama bila terjadi banjir, akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti, penular penyakit demam berdarah. Banyaknya tempat yang menjadi genangan air, banyaknya sampah, dan tempat air bersih yang tercemar, menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, otomatis meningkatkan risiko penularan. Scabies atau masyarakat lebih mengenalnya dengan istilah kudis atau gudiken, merupakan gatal-gatal pada kulit yang disebabkan tungau Sarcoptes scabiei.

Tungau bereproduksi di atas permukaan kulit kita, lalu masuk ke dalam kulit untuk bertelur. Hal tersebut yang menyebabkan kulit sangat gatal pada area itu, kemudian muncul ruam, jejak menyerupai galian yang tipis dan tidak teratur, kulit agak melepuh atau terdapat benjolan seperti jerawat kecil atau berubah warna sebagai gejalanya. Selain bisa tertular melalui kontak fisik secara langsung dengan orang yang terinfeksi, scabies bisa menular melalui bergantian pakaian atau sprei dengan orang terinfeksi tersebut. Leptospirosis Berikutnya adalah leptospirosis. Leptospirosis merupakan penyakit demam akut yang disebabkan kuman leptospira. Kuman ini biasanya tertular dari urine hewan pengerat seperti tikus.

Bisa terjadi ringan dengan gejala demam biasa mirip influenza yang bisa sembuh dengan sendirinya atau terjadi berat, yang bisa menyebabkan komplikasi. Leptospirosis menular melalui bagian kulit yang luka atau lecet jika terkena atau melewati genangan air (banjir) yang telah terkena kuman leptospira. Kuman tersebut langsung masuk ke dalam tubuh melalui bagian yang luka atau lecet tersebut. Kuman leptospira mengikuti aliran darah menuju seluruh tubuh, dan bisa menyerang organ-organ penting seperti hati, jantung, ginjal, dan otak. Penyakit ini hanya bisa tertular jika ada luka atau lecet. Kalau tidak ada, ya tidak perlu khawatir. Penyakit infeksi ini sebenarnya bisa berjangkit pada setiap musim. Namun, mengapa lebih sering terjadi pada musim penghujan, terutama jika ada banjir? Hal tersebut karena penyakit ini ditularkan melalui urine tikus ataupun anjing. Air menjadi sarana penularannya, baik melalui genangan air pada daerah banjir, air selokan maupun sungai.

Selain air, kontak dengan tanah dan tanaman yang terpapar urine binatang pengerat tersebut juga bisa menularkan leptospirosis. Untuk memastikan apakah Anda atau anggota keluarga menderita leptospirosis, sebaiknya dilakukan pemeriksaan laboratorium. Leptodridot atau Leptospira Rapid Test, dan bila perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan, yakni Microscopic Aglutinase Test (MAT) untuk mengetahui jenis kuman leptospira, termasuk kelompok yang ganas atau tidak. Ada sebuah kasus yang tergolong unik. Ketika terdiagnosis leptospirosis, hasil pemeriksaan laboratorium pasien tersebut juga menunjukkan kalau gula darahnya naik. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Semua infeksi akan menaikkan sistem imun. Dan sistem imun yang naik akan menaikkan gula darah. Kalau pasien tersebut memiliki riwayat Diabetes Mellitus, otomatis gula darahnya naik. Meski sebelumnya, misalnya setahun kebelakang gula darahnya normal, maka bisa jadi ketika terinfeksi leptospiral gula darahnya sudah naik. Karena gula darah itu mudah berubah.

Jaga Kebersihan Yang perlu kita lakukan supaya kita tidak tertular berbagai penyakit tersebut serta upaya mencegah penyebarannya adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mencuci tangan, mengenakan masker bila perlu, dan melalukan 3M. Yakni mengubur, menguras, dan menutup (tempat penyimpanan air). Jika area permukiman Anda banjir, berkunjung ke daerah banjir atau tempat yang berisiko tinggi tertular, Anda harus melindungi kulit pada saat melakukan kontak dengan air kotor. Gunakan baju pelindung dari plastik, sepatu boot dari karet, serta sarung tangan tebal. Awasi anak-anak untuk tidak bermain dengan air banjir. Adapun bagi para pekerja di tempattempat yang berisiko itu, perlu dilakukan vaksinasi. Tak ketinggalan, memberantas tikus di lingkungan sekitar tempat tinggal. Penyakit ini tidak selalu menyerang di permukiman kumuh. Semua lingkungan yang tidak dijaga kebersihannya memiliki risiko sama. Selain itu, menjaga imunitas tubuh juga sangat penting, karena penyakit mudah menular di saat imun tubuh sedang rendah. Bila perlu, konsumsi multivitamin setiap hari dan segera cek ke dokter bila kondisi kesehatan menurun.

Navigation