Layanan

1. Bedah Epilepsi

    a. Terapi / tindakan : 

Tindakan operasi pada Epilepsi Lobus Temporalis (ELT), dulu disebut epilepsi psikomotor, merupakan bentuk epilepsi yang paling banyak dan paling sering menjadi kebal obat atau refrakter,   yaitu  lobektomi temporalis anterior, termasuk amigdalohippokampektomi 

 

    b. Kekhususan (Teknik Terapi)  

        Semua pemeriksaan pra-bedah ditujukan memastikan sisi lobus temporalis yang epileptik atau yang menjadi fokus epilepsi

 

  • Sampai dengan 2004 kebanyakan kasus-kasusnya masih sederhana hanya didasarkan  pada pemeriksaan semiology dan imaging saja, tetapi mulai 2005 mulai dengan kasus-kasus yang lebih sulit berdasarkan long-term ictal EEG dan even invasive subdural grid EEG, disamping dengan pemeriksaan semiology dan neuroimaging
  • Terbukti menghasilkan bebas kejang pada 65% dan kebaikan pada 21% lainnya, sedangkan dengan obat antiepilepsi hanya mencapai hasil bebas kejang sebanyak 8%.
  • Hasil terbaik bedah epilepsi pada kasus ELT yang foto MRI nya memperlihatkan adanya kelainan pada satu hippokampusnya, angka bebas kejang pada orang dengan epilepsi (ODE) ini mencapai lebih dari 90%.

 

 

2. Pelayanan Geriatri

 

Asesmen Geriatri : 

  

 

 

Dalam pengelolaan pasien geriatri diperlukan pendekatan holistik (utuh menyeluruh) dan tidak berorientasi pada suatu

sistem organ, misalnya: jantung, hati, ginjal atau paru saja. Evaluasi paripurna dilakukan oleh tim pengkaji (asesmen) geriatri

yang terdiri dari : 

 

- Dokter ahli penyakit dalam (konsultan geriatrik)

- Dokter ahli rehabilitasi medik

- Dokter ahli jiwa

- Perawat geriatri

- Tim rehabilitasi medik (fisioterapis, okupasi terapis)

- Psikolog

- Pekerja sosial

- Ahli gizi 

 

Tim ini dapat meminta bantuan pada para ahli lain dari berbagai disiplin ilmu bila dibutuhkan misalnya dokter spesialis saraf, mata, gigi, THT, kandungan, bedah, saluran kemih, dan bedah tulang. Pengkajian yang paripurna harus dilakukan dalam memutuskan yang terbaik bagi pasien dan menghindarkan tindakan-tindakan serta obat-obatan yang belum diperlukan. Tim Asesmen Geriatri mengadakan diskusi secara terjadwal  

 

Fasilitas :

1. Poliklinik umum

2. Poliklinik spesialis (Konsultan)

3. Rawat inap (40 TT), : Kelas VVIP ,VIP, kelas I, kelas II dan kelas III.

4. Klinik siang (Day Hospital), setiap hari kerja

5. Klinik memori,setiap hari kerja

6. Klinik gizi, setiap hari kerja

7. Laboratorium, setiap hari kerja

8. Penitipan (Respite Care) untuk dua minggu 

9. Klinik Imunisasi, tiap hari kerja

10.Kunjungan rumah, sesuai permintaan Ceramah/ penyuluhan kesehatan dan pelatian usia lanjut sesuai

     permintaan/perjanjian 

 

 
3. Pelayanan Leptospira
 
 
a. Jenis Pelayanan : 
- Rapid Diagnostic Test
- Kultur Leptospira
- Microscopic Agglutination Test (MAT)
- Molekuler dengan teknik Polimerase Chain Reaction (PCR) Mulai bulan Februari 2012
 
b. Terapi / Tindakan :  
1. Pemeriksaan serum penderita tersangka/suspect leptospirosis dengan Rapid Diagnostic Test  (Hasil Selesai dalam waktu 30 menit)
2. Pasien suspect leptospirosis dilakukan pengambilan specimen  : Darah, urine, biopsi jaringan untuk pemeriksaan dengan metode kultur (Hasil selesai dalam waktu 2 minggu – 4 bulan)
3. Pemeriksaan serum pasien suspect leptospirosis dengan metode MAT untuk menentukan strain penyebab (Hasil selesai dalam waktu 1 – 2 hari)
4. Teknik terbaru menggunakan metode PCR untuk diagnosis leptospirosis stadium akut (Hasil selesai dalam waktu 1 – 2 hari)
 
c. Kekhususan Teknik Laboratorium
    Microscopic  Agglutination  Test (MAT) :
    a. Sebagai “Gold Standard” diagnosis  Serologi leptospirosis
    b. RSUP Dr. Kariadi merupakan laboratorium rujukan Nasional  untuk Human leptospirosis 
    c. Menggunakan 31 strain leptospira yang telah diketahui sebagai penyebab tersering leptospirosis di Indonesia
    d. Memerlukan ketrampilan dan pengalaman untuk mengerjakan. 
 
d. Penunjang :  
    1). SDM  : 
         - Dokter spesialis Mikrobiologi Klinik  Konsultan                                            
         - Dokter spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi
         - Dokter /Residen Mikrobiologi Klinik 
         - Analis Mikrobiologi Klinik Khusus leptospirosis                                        

   2). Fasilitas :
        - Laboratorium leptospira  (MAT, Kultur, dan PCR)
        - Metode pemeriksaan MAT menggunakan 31 strain leptospira

   3). Pengalaman : Sejak tahun 2002 telah dilakukan pemeriksaan  : ± 3000 spesimen

   4). Saat ini RSUP Dr. Kariadi menjadi Laboratorium Rujukan Nasional khusus Human Leptospirosis