Rujukan Nasional



Produk Layanan Unggulan

Bedah Digestif

  • Laparoskopi Hepatobilier Sederhana

            - Pengangkatan kantung empedu

            - Nanah pada hati

            - Kista pada hati

            - Biopsi hati, pankreas dan limpa

  • Laparoskopi Hepatobilier Kompleks

            - Eksplorasi saluran empedu pada batu saluran empedu

            - Whipple Prosedure (pengangkatan tumor pankreas)

            - Reseksi Hati Anatomikal dan non anatomikal pada tumor hati primer maupun  metastasis

  • Laparoskopi Colorectal

            - Pengangkatan tumor usus besar

            - Pengangkatan tumor rectum

  • Laparoskopi Bariatric Surgery

            Pembedahan minimal invasif pada obesitas

  • Laparoskopi hernia
  • Laparoskopi usus buntu

 

Bedah Anak

  • Laparoskopi Hepatobilier (Kantung empedu, kista saluran empedu, tumor hati)
  • Laparoskopi Hernia
  • Laparoskopi Splenectomy (pengangkatan limpa)
  • Laparoskopi HPS (pada penyakit penyempitan muara lambung)
  • Laporoskopi Biopsi Tumor
  • Laparoskopi Hirschsprung’s (megacolon) 

Bedah Urologi

  • Laparoskopi orchidectomy (pengangkatan testis intraabdomen)
  • Laparoskopi varicocele

 

Bedah Orthopedi

  • Artroskopi : sendi bahu, lutut, pergelangan kaki
  • Spine : MISS minimal invasive spine surgery (vertebroplasty, mikroendoscopic dissectomy)

Bedah Onkologi

  • Endoskopi Thyroidectomy (pengangkatan tumor kelenjar gondok dengan insisi kecil)

 

Keunggulan bedah minimal invasif

Tentunya jika dibandingkan dengan bedah konvensional memiliki keunggulan untuk pasien sebagai berikut:

  • Meminimalisir trauma pada tubuh pasien
  • Luka sayatan akan lebih kecil
  • Meminimalisir perdarahan
  • Mempercepat pemulihan dari menggunakan obat nyeri
  • Lama rawat inap lebih singkat
  • Pasien akan lebih cepat kembali ke aktivitas normal

 

Keterbatasan bedah minimal invasif

Sangat penting untuk dipahami bahwa bedah minimal invasif juga memiliki keterbatasan sebagai berikut:

  • Mungkin tidak sesuai untuk semua pasien dan semua prosedur
  • Pada beberapa prosedur memerlukan waktu yang lebih lama daripada bedah konvensional
  • Memerlukan pelatihan spesialis khusus, tentunya tenaga spesialis yang mampu melakukan prosedur ini terbatas, hanya pada rumah sakit tertentu.
  • Apabila komplikasi terjadi, atau pada situasi yang tidak diinginkan, bedah minimal invasif dapat berubah menjadi bedah terbuka.

Navigation