Rujukan Nasional



Profil

Tim Bedah Minimal Invasif RSUP dr. Kariadi Semarang merupakan gabungan dari beberapa disiplin Ilmu Bedah. Dengan ruang lingkup pelayanan mulai dari Bedah Digestif ( bedah saluran cerna, hati empedu,  pankreas dan limpa pada dewasa), Bedah Anak (saluran cerna, hati empedu pankreas dan limpa, organ dan saluran kencing pada anak), Bedah Urologi (organ dan saluran kencing pada dewasa dan anak),  Bedah Orthopedi (bedah tulang, tulang rawan dan sendi) dan Bedah Onkologi (bedah tumor).

Dalam proses pembedahan kami menggunakan teknik dan instrument khusus seperti kamera mikro atau peralatan video serat optik dan kadangkala menggunakan petunjuk gambar x-ray atau ultrasonografi untuk memandu mengakses bagian tententu yang ingin dicapai. Bahkan untuk banyak prosedur di RSUP dr. Kariadi Semarang, bedah minimal invasif  telah menggantikan teknik bedah konvensional  sebagai standar operasi. Kami bahkan telah banyak melakukan prosedur-prosedur bedah minimal invasif yang belum dapat dilakukan oleh pusat layanan lain di Indonesia. Seperti Bedah minimal invasif pada tumor ganas pankreas, tumor ganas hati, tumor limpa maupun operasi pada kelainan bayi baru lahir kurang dari 28 hari.

 

Keunggulan bedah minimal invasif

Tentunya jika dibandingkan dengan bedah konvensional memiliki keunggulan untuk pasien sebagai berikut:

  • Meminimalisir trauma pada tubuh pasien
  • Luka sayatan akan lebih kecil
  • Meminimalisir perdarahan
  • Mempercepat pemulihan dari menggunakan obat nyeri
  • Lama rawat inap lebih singkat
  • Pasien akan lebih cepat kembali ke aktivitas normal

 

Keterbatasan bedah minimal invasif

Sangat penting untuk dipahami bahwa bedah minimal invasif juga memiliki keterbatasan sebagai berikut:

  • Mungkin tidak sesuai untuk semua pasien dan semua prosedur
  • Pada beberapa prosedur memerlukan waktu yang lebih lama daripada bedah konvensional
  • Memerlukan pelatihan spesialis khusus, tentunya tenaga spesialis yang mampu melakukan prosedur ini terbatas, hanya pada rumah sakit tertentu.
  • Apabila komplikasi terjadi, atau pada situasi yang tidak diinginkan, bedah minimal invasif dapat berubah menjadi bedah terbuka.

Navigation