Rujukan Nasional



Produk Layanan Unggulan

 

 

  1. Percutaneous Coronary Intervention adalah prosedur minimal invasif dengan melakukan pelebaran pembuluh darah yang menyempit dengan balon dan dilanjutkan pemasanagan stent (ring/cincin) agar pembuluh darah tetap terbuka.

    Chronic Total Occlusion (CTO) adalah penyumbatan pembuluh darah total kronik (lebih dari 3 bulan) dengan penyumbatan lebih dari 99% serta terdapat pengurangan aliran darah koroner (TIMI 0-1)

    PCI pada CTO merupakan prosedur yang sulit dilakukan dengan resiko yang tinggi. Komplikasi PCI pada CTO adalah perforasi pembuluh darah koroner, donnor vessel dissection, Miocardial Infarction, Arrhytmia, Contrast Induced Nephrophaty,dll. Dengan tingginya resiko dan komplikasi tersebut, maka prosedur PCI pada CTO harus dilakukan dengan fasilitas yang memadai serta Sumber Daya Manusia yang berkompeten. Prosedur Prosedur PCI di RS dr Kariadi telah pada tahun 2015 sebanyak 947 prosedur, dengan prosedur PCI pada CTO dengan jumlah kasus sebanyak >100 pasien per tahun.

  2. Coronary Artery Calcification (CAC) mempunyai prevalensi yang tinggi pada pasien dengan Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan berhubungan dengan prognosis kardiovaskular yang buruk. CAC awalnya dianggap sebagai lesi ringan dan meningkat sesuai dengan bertambahnya usia, namun dalam proses tersebut ternyata CAC menyebabkan kekakuan. Prosedur PCI pada CAC merupakan prosedur yang sulit dilakukan dan membutuhkan Fasilitas dan Sumber Daya Manusia yang berkompeten. PCI dengan CAC dapat dilakukan dengan menggunakan Rotablator device, yaitu sebuah device yang dapat mengabrasi secara rotational pada lesi tersebut menjadi partikel yang lebih kecil sehingga dapat membuka pembuluh darah koroner yang tersumbat.

  3. Intraaortic Baloon Pump. Salah satu resiko dari prosedur PCI adalah syok kardiogenik, yaitu suatu keadaan dimana jantung secara tiba tiba tidak bisa memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh serangan jantung yang berat dan fatal bila tidak ditatalaksana dengan baik. Keadaan syok kardiogenik dapat ditatalaksana dengan pengobatan dan “device”. Salah satu alat untuk membantu menangani keadaan tersebut adalah menggunakan Intraaortic Balloon Pump (
    IABP) . IABP merupakan suatu alat mekanik dengan mekanisme memasukkan balon ke aorta  dengan suatu irama sehingga meningkatkan aliran darah ke kejantung dan pembuluh darah lain.

    Pengoprasian IABP membutuhakan sarana prasarana serta Sumber Daya Manusia yang berkompeten. Saat ini prosedur IABP telah dapat dilakukan di RSUP Dr Kariadi Semarang.

  4. Minimaly Invasive Intervention.

    Atrial Septal Occluder Device pada Atrial Septal Defek

    Atrial Septal Defect (ASD) merupakan suatu penyakit jantung kongenital dimana terdapat hubungan (celah/lubang) pada sekat antara atrium kiri dan kanan jantung. Sehingga menyebabkan pasien dengan kondisi tersebut mengalami gangguan pertumbuhan, infeksi berulang, kesulitan makan, dan beberapa kasus yang berat menyababkan Eissenmenger Syndrome. Penyakit ini terdapat pada sekitar 10 % dari seluruh penyakit jantung bawaan. Penatalaksanaan pasien dengan ASD adalah dengan melakukan prosedur operasi atau prosedur minimal infasif. Tindakan minimal invasif yang dapat dilakukan adalah menggunakan kateter di pembuluh darah paha langsung menuju jantung dan memasukkan Atrial Septal Occluder (ASO). ASO merupakan suatu alat dengan bentuk seperti payung yang dapat menyumbat/ menutup ASD. Prosedur ini memerlukan sarana prasarana yang lengkap termasuk monitoring dengan menggunakan ekokardiografi transesofagus (TEE) untuk memastikan posisi ASO disamping sumber daya manusia yang berkompeten, Saat ini prosedur ASO dapat dilakukan di RSUP dr Kariadi Semarang.

    Penutupan PDA secara perkutan transkateter

    Patent Ductus Arteriosus (PDA) merupakan suatu penyakit jantung kongenital dimana tidak menutupnya ductus arteriosus sesaat setelah lahir sehingga terdapat hubungan antara arteri pulmonalis dan aorta yang menyebabkan masuknya aliran darah aorta ke dalam arteri pulmonaslis. Kondisi ini menyebabkan pasien dengan kondisi tersebut mengalami gangguan pertumbuhan, infeksi berulang, kesulitan makan, dan beberapa kasus yang berat menyababkan Eissenmenger Syndrome. Penatalaksanaan pasien dengan PDA adalah dengan melakukan prosedur operasi atau prosedur minimal infasif. Tindakan minimal invasif yang dapat dilakukan adalah menggunakan kateter di pembuluh darah paha langsung menuju jantung dan memasukkan Amplatzer Ductal Occluder (ADO). ADO merupakan suatu alat dengan bentuk seperti payung yang dapat menyumbat/ menutup PDA. Prosedur memerlukan sarana prasarana yang lengkap serta Sumber Daya Manusia yang berkompeten, Saat ini prosedur ADO dapat dilakukan di RS dr Kariadi Semarang.

    Pelebaran katup mitral dengan Percutaneous Baloon Mitral Valvulplasty (PBMV)

    Mitral Stenosis (MS) merupakan keadaan dimana terdapat kekakuan/penyempitan pada katup jantung mitral sehingga terjadi gangguan/ pengurangan aliran darah dari atrium kiri ke ventrikel kiri serta keseluruh tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan gagal jantung, mudah lelah, berdebar-debar, nyeri dada, bengkak pada tungkai dll.  Tatalaksana pada MS adalah dengan valve replacement atau dengan Percutaneous Balloon Mitral Valvuloplasty (BMV). BMV merupakan prosedur terapi minimal invasif dengan memasukkan kateter dalam pembuluh darah paha menuju katup mitral yang menyempit (MS) dan mengambangkan balon untuk membuka katup mitral. 80-95% pasien yang dilakukan BMV memiliki hasil yang memuaskan dengan gejala yang berkurang. Prosedur BMV ini terkadang memerlukan panduan ekokardiografi transesofagus dalam melakukan penusukan jarum pada sekat interatrium sehingga memerlukan sarana prasarana yang lengkap serta Sumber Daya Manusia yang berkompeten, Saat ini prosedur BMV dapat dilakukan di RS dr Kariadi Semarang.

  5. Pace Jantung Permanen. Permanent Pacemaker (PPM) merupakan suatu alat kecil berukuran sebesar stopwatch yang dipasasng dibawah kulit dekat jantung untuk mengontrol detak jantung. Alat ini dipasang untuk berbagai kondisi terutama pada kondisi aritmia yaitu kondisi irama jantung yang tidak normal. Penyebab gangguan irama jantung antara lain karena proses penuaan (aging), obat, kondisi genetik atau kondisi lain yang menyebabkan denyut jantung tidak normal. PPM merupakan solusi untuk memperbaiki denyut jantung tak normal tersebut.

    PPM dipasang melalui prosedur operasi kecil dengan menggunakan bius lokal.  Prosedur pemasangan PPM ini memerlukan sarana prasarana yang lengkap serta Sumber Daya Manusia yang berkompeten, Saat ini prosedur PPM dapat dilakukan di RS dr Kariadi Semarang.

Navigation