layanan Details

Jantung

.

Instalasi Jantung

  • Pelayanan Jantung dan Pembuluh Darah (Cardiovascular Center) Rumah Sakit Umum Pusat dr. Kariadi merupakan unit pelaksana teknis pelayanan jantung yang berada dibawah naungan RSUP dr. Kariadi, berdiri pada tanggal 14 September 2006 diresmikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia dengan SK dari direktur nomor 00.01/ I.IV/ 626/ 2016.
  • Berdirinya Cardiovascular Center RSDK dilatar belakangi oleh minimnya kapasitas fasilitas pelayanan jantung di Indonesia. Selain itu tingkat kebutuhan masyarakat akan adanya pelayanan jantung secara komprehensif dan terintegrasi semakin bertambah.

  • Pelayanan Jantung dan Pembuluh Darah RSUP dr.Kariadi merupakan salah satu produk layanan unggulan RS yang diharapkan dapat melakukan pencegahan dan pengobatan penyakit jantung dan pembuluh darah yang semakin meningkat baik kuantitas maupun kualitas khususnya di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.  Diharapkan dengan adanya Pusat Jantung dan Pembuluh Darah RSUP dr. Kariadi, pelayanan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) yang terpadu, bermutu, efisien, efektif dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dapat diperoleh.
  • Dengan bentuk fisik berupa gedung 3 lantai, CC-RSDK mempunyai bentuk pelayanan berupa:
  • Poliklinik rawat jalan jantung dan pembuluh darah (lantai 1)
  • Ruang rawat inap jantung (lantai 2 dan 3) yang terdiri dari bangsal jantung dewasa laki-laki, bangsal jantung dewasa wanita, bangsal jantung anak, bangsal jantung VIP dan VVIP, ruang pasca operasi untuk perawatan pasca bedah jantung dan tindakan intervensi jantung yang lain seperti kateterisasi jantung (PCA), pemasangan ring (PCI), pemasangan balon pada katup mitral (BMV), pemasangan alat untuk jantung bocor (ASO, ADO), pemasangan pacu jantung (pacemaker) dll
  • Ruang pemeriksaan penunjang diagnostik non invasif seperti : ekokardiografi, treadmill test, dan holter monitor.
  • Laboratorium kateterisasi
  • Didukung oleh dokter spesialis dan sub spesialis berbagai multidisiplin ilmu, dengan konsep pelayanan terintegrasi dan komprehensif dari tahun ke tahun CC-RSDK mampu menangani kasus yang semakin kompleks. Pada tahun 2016 CC-RSDK telah mampu melakukan tindakan invasif dibidang jantung dan pembuluh darah sebanyak 2.276 tindakan, tindakan diagnostik non invasif sebanyak 11.709 tindakan, tindakan operasi bedah jantung sebanyak 756 tindakan, pelayanan rawat jalan sebanyak856 kunjungan.
  • Komitmen CC-RSDK adalah memberikan pelayanan terbaik bagi pasien, menghasilkan output yang relatif baik dengan tingkat keberhasilan intervensi jantung maupun operasi bedah jantung yang tinggi. 

  • Sebagai salah satu rumah sakit pusat rujukan dan pelayanan unggulan dibidang jantung dan pembuluh darah, CC-RSDK telah mampu melayani berbagai tindakan seperti :

1. Percutaneous Coronary Intervention (PCI) pada penyumbatan Total Kronik (CTO: Chronic Total Occlusion).

Percutaneous Coronary Intervention adalah prosedur minimal invasif dengan melakukan pelebaran pembuluh darah yang menyempit dengan balon dan dilanjutkan pemasanagan stent (ring/cincin) agar pembuluh darah tetap terbuka.

Chronic Total Occlusion (CTO) adalah penyumbatan pembuluh darah total kronik (lebih dari 3 bulan) dengan penyumbatan lebih dari 99% serta terdapat pengurangan aliran darah koroner (TIMI 0-1)

PCI pada CTO merupakan prosedur yang sulit dilakukan dengan resiko yang tinggi. Komplikasi PCI pada CTO adalah perforasi pembuluh darah koroner, donnor vessel dissection, Miocardial Infarction, Arrhytmia, Contrast Induced Nephrophaty,dll. Dengan tingginya resiko dan komplikasi tersebut, maka prosedur PCI pada CTO harus dilakukan dengan fasilitas yang memadai serta Sumber Daya Manusia yang berkompeten. Prosedur Prosedur PCI di RS dr Kariadi telah pada tahun 2015 sebanyak 947 prosedur, dengan prosedur PCI pada CTO dengan jumlah kasus sebanyak >100 pasien per tahun.

 pemasangan PCI

Gambar Prosedur Pemasangan PCI

tindakan PCI pada CTO

Gambar Prosedur tindakan PCI pada CTO, gambar sebelum tindakan (kiri),

gambar adalah setelah tindakan (kanan)

2. PCI pada lesi koroner dengan pengapuran (Coronary Artery Calcification) dengan Rotablator.

Coronary Artery Calcification (CAC) mempunyai prevalensi yang tinggi pada pasien dengan Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan berhubungan dengan prognosis kardiovaskular yang buruk. CAC awalnya dianggap sebagai lesi ringan dan meningkat sesuai dengan bertambahnya usia, namun dalam proses tersebut ternyata CAC menyebabkan kekakuan. Prosedur PCI pada CAC merupakan prosedur yang sulit dilakukan dan membutuhkan Fasilitas dan Sumber Daya Manusia yang berkompeten. PCI dengan CAC dapat dilakukan dengan menggunakan Rotablator device, yaitu sebuah device yang dapat mengabrasi secara rotational pada lesi tersebut menjadi partikel yang lebih kecil sehingga dapat membuka pembuluh darah koroner yang tersumbat.

Prosedur PCI menggunakan Rotablator telah dapat dilakukan di RS dr Kariadi dengan jumlah kasus 7. (dari tahun 2015)

Gambar Ilustrasi PCI dengan Rotablator deviceGambar Ilustrasi PCI dengan Rotablator device

Gambar Angiografi koroner PCI dengan Rotablator device

Gambar Angiografi koroner PCI dengan Rotablator device

Gambar Angiografi koroner PCI dengan Rotablator

Gambar sebelum tindakan (kiri), dan gambar setelah tindakan (kanan)

3. Pemasangan intraaortic baloon counterpulsation (IABP) pada saat PCI dengan komplikasi atau prolonged syok kardiogenik.

Salah satu resiko dari prosedur PCI adalah syok kardiogenik, yaitu suatu keadaan dimana jantung secara tiba tiba tidak bisa memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh serangan jantung yang berat dan fatal bila tidak ditatalaksana dengan baik. Keadaan syok kardiogenik dapat ditatalaksana dengan pengobatan dan “device”. Salah satu alat untuk membantu menangani keadaan tersebut adalah menggunakan Intraaortic Balloon Pump (IABP). IABP merupakan suatu alat mekanik dengan mekanisme memasukkan balon ke aorta dengan suatu irama sehingga meningkatkan aliran darah ke kejantung dan pembuluh darah lain.

Pengoprasian IABP membutuhakan sarana prasarana serta Sumber Daya Manusia yang berkompeten. Saat ini prosedur IABP telah dapat dilakukan di RS Dr Kariadi Semarang.

 Gambar Intra-aortic Balloon Pump (IABP) machine (kiri),  dan ilustrasi pemasangan IABP (kanan)

Gambar Intra-aortic Balloon Pump (IABP) machine (kiri), dan ilustrasi pemasangan IABP (kanan)

Foto Roentgen Thorax pasien dengan IABP

Gambar Foto Roentgen Thorax pasien dengan IABP device terpasang

4. Penutupan Atrial Septal Defect II (ASD II) secara percutan dengan Kateter / ASO.

Atrial Septal Defect (ASD) merupakan suatu penyakit jantung kongenital dimana terdapat hubungan (celah/lubang) pada sekat antara atrium kiri dan kanan jantung. Sehingga menyebabkan pasien dengan kondisi tersebut mengalami gangguan pertumbuhan, infeksi berulang, kesulitan makan, dan beberapa kasus yang berat menyababkan Eissenmenger Syndrome. Penyakit ini terdapat pada sekitar 10 % dari seluruh penyakit jantung bawaan. Penatalaksanaan pasien dengan ASD adalah dengan melakukan prosedur operasi atau prosedur minimal infasif. Tindakan minimal invasif yang dapat dilakukan adalah menggunakan kateter di pembuluh darah paha langsung menuju jantung dan memasukkan Atrial Septal Occluder (ASO). ASO merupakan suatu alat dengan bentuk seperti payung yang dapat menyumbat/ menutup ASD. Prosedur ini memerlukan sarana prasarana yang lengkap termasuk monitoring dengan menggunakan ekokardiografi transesofagus (TEE) untuk memastikan posisi ASO disamping sumber daya manusia yang berkompeten, Saat ini prosedur ASO dapat dilakukan di RS dr Kariadi Semarang.

Gambar Amplatzer Septal Occluder (ASO) (kiri), dan ilustrasi pemasangan ASO pada ASD (kanan)

Gambar Amplatzer Septal Occluder (ASO) (kiri), dan ilustrasi pemasangan ASO pada ASD (kanan)

ASO device terpasang pada ASD

Gambar ASO device terpasang pada ASD

Gambar TEE saat pemasangan ASO

5. Penutupan Patent Ductus Arteriosus (PDA) secara percutan dengan Kateter/ADO

Patent Ductus Arteriosus (PDA) merupakan suatu penyakit jantung kongenital dimana tidak menutupnya ductus arteriosus sesaat setelah lahir sehingga terdapat hubungan antara arteri pulmonalis dan aorta yang menyebabkan masuknya aliran darah aorta ke dalam arteri pulmonaslis. Kondisi ini menyebabkan pasien dengan kondisi tersebut mengalami gangguan pertumbuhan, infeksi berulang, kesulitan makan, dan beberapa kasus yang berat menyababkan Eissenmenger Syndrome. Penatalaksanaan pasien dengan PDA adalah dengan melakukan prosedur operasi atau prosedur minimal infasif. Tindakan minimal invasif yang dapat dilakukan adalah menggunakan kateter di pembuluh darah paha langsung menuju jantung dan memasukkan Amplatzer Ductal Occluder (ADO). ADO merupakan suatu alat dengan bentuk seperti payung yang dapat menyumbat/ menutup PDA. Prosedur memerlukan sarana prasarana yang lengkap serta Sumber Daya Manusia yang berkompeten, Saat ini prosedur ADO dapat dilakukan di RS dr Kariadi Semarang.

Amplatzer Ductal Occluder device

Gambar kiri adalah Amplatzer Ductal Occluder device, gambar kanan adalah ilustrasi pemasangan ADO.

pemasangan ADO pada Pasien PDA

Gambar pemasangan ADO pada Pasien PDA

6. Pelebaran katup mitral pada kelainan Mitral Stenosis dengan menggunakan balon (Percutaneous Ballon Mitral Valvuloplasty)/ PBMV.

Mitral Stenosis (MS) merupakan keadaan dimana terdapat kekakuan/penyempitan pada katup jantung mitral sehingga terjadi gangguan/ pengurangan aliran darah dari atrium kiri ke ventrikel kiri serta keseluruh tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan gagal jantung, mudah lelah, berdebar-debar, nyeri dada, bengkak pada tungkai dll.  Tatalaksana pada MS adalah dengan valve replacement atau dengan Percutaneous Balloon Mitral Valvuloplasty (BMV). BMV merupakan prosedur terapi minimal invasif dengan memasukkan kateter dalam pembuluh darah paha menuju katup mitral yang menyempit (MS) dan mengambangkan balon untuk membuka katup mitral. 80-95% pasien yang dilakukan BMV memiliki hasil yang memuaskan dengan gejala yang berkurang. Prosedur BMV ini terkadang memerlukan panduan ekokardiografi transesofagus dalam melakukan penusukan jarum pada sekat interatrium sehingga memerlukan sarana prasarana yang lengkap serta Sumber Daya Manusia yang berkompeten, Saat ini prosedur BMV dapat dilakukan di RS dr Kariadi Semarang.

Balloon Mitral Valvuloplasty device (kiri)Gambar Balloon Mitral Valvuloplasty device (kiri) dan ilustrasi pemasangan BMV(kanan)

TEE saat transeptal puncture selama prosedur BMV

Gambar Ilustrasi pemasangan BMV pada pasien dengan MS

TEE saat transeptal puncture selama prosedur BMVGambar TEE saat transeptal puncture selama prosedur BMV

7. Pemasangan Pacu Jantung Permanen / PPM.

Permanent Pacemaker (PPM) merupakan suatu alat kecil berukuran sebesar stopwatch yang dipasasng dibawah kulit dekat jantung untuk mengontrol detak jantung. Alat ini dipasang untuk berbagai kondisi terutama pada kondisi aritmia yaitu kondisi irama jantung yang tidak normal. Penyebab gangguan irama jantung antara lain karena proses penuaan (aging), obat, kondisi genetik atau kondisi lain yang menyebabkan denyut jantung tidak normal. PPM merupakan solusi untuk memperbaiki denyut jantung tak normal tersebut.

PPM dipasang melalui prosedur operasi kecil dengan menggunakan bius lokal.  Prosedur pemasangan PPM ini memerlukan sarana prasarana yang lengkap serta Sumber Daya Manusia yang berkompeten, Saat ini prosedur PPM dapat dilakukan di RS dr Kariadi Semarang

Permanent Pacemaker device (kiri)Gambar Permanent Pacemaker device (kiri) dan Ilustrasi pemasangan PPM (kanan)

 

X Foto Thorax dengan Permanent PacemakerGambar X Foto Thorax dengan Permanent Pacemaker

 

8.Operasi bedah jantung sederhana dan kompleks.

9.Transesophageal Echocardiography (TEE).

TEE merupakan suatu tata cara dalam pemeriksaan diagnostik non invasive untuk mengetahui masalah atau kelainan pada jantung dengan alat ekokardiografi melalui esophagus. Tujuannya untuk memperjelas gambaran ekokardiografi apabila dengan tranthroakal ekokardiografi tidak jelas.

 

10. Stress Echo (SE)

 

  • Adapun produk layanan lain yang sedang dikembangkan antara lain :
  1. Echo 3D & 3D TEE.
  2. Rehabilitasi jantung (Cardiac Rehabilitation) dengan sistem membership
  3. Klinik gagal jantung
  4. Penggunaan intravascular ultrasound (IVUS) untuk tindakan katetrisasi jantung

Dalam memberikan pelayanan jantung dan pembuluh darah, CC-RSDK ditunjang oleh dokter spesialis dan subspesialis yang berkompeten dibidangnya.

  • Cardiologist
  1. Sodiqur Rifqi, SpJP(K), FIHA, FAsCC
  2. Yan Herry, SpJP(K), FIHA, FAsCC
  3. Susi Herminingsih, SpJP(K), FIHA, FAsCC
  4. Ilham Uddin, SpJP(K), FIHA, FAsCC
  5. M. Arif Nugroho, SpJP(K), FIHA
  6. Aruman Yudanto, SpJP, FIHA
  7. Sefri Noventi Sofia, SpJP, MSi.Med, FIHA
  8. Safir, SpJP, FIHA
  9. Pipin Ardhianto, SpJP(K), FIHA
  10. M. Fauziar Ahnaf, SpJP, FIHA
  • Pediatric Cardiologist
  1. Agus Priyatno, SpA(K)
  2. Anindita Soetadji, SpA(K)
  • Cardiovascular Surgeon
  1. Sahal Fatah, Sp.BTKV
  2. Wahyu W, Sp.BTKV
  3. Ali Sodiq, Sp.BTKV
  • Anestesiologist
  1. Dr Widya Istanto, SpAn KAKV KAR
  2. Hari Hendriarto, SpAn. MSi. MedKAKV
  • Cardiac Rehabilitation
  1. Sri Wahyudati, SpKF

Dalam menjalankan pelayanan yang prima, CC-RSDK ditunjang oleh fasilitas pelayanan yang baik seperti :

1. Laboratorium kateterisasi : berjumlah 3 buah

Laboratorium kateterisasi

2. Laboratorium ekokardiografi : berjumah 3 buah dengan 1 buah alat echocardiografi 3D

Laboratorium ekokardiografi

3. Treadmill test

Treadmill test

4. Holter monitor

Holter monitor

 

Semua peralatan yang dipergunakan dalam melakukan tindakan pelayanan unggulan tersebut berfungsi dengan baik serta dilakukan perawatan dan kalibrasi secara berkala.

Sebagai RS pusat rujukan dan pusat pendidikan, RSUP dr. Kariadi terus berusaha mengembangkan dan memfasilitasi berbagai macam sarana untuk menunjang proses pendidikan kedokteran yang berkualitas dan pelayanan unggulan, diantaranya dengan melakukan penelitian dan publikasi ilmiah. Penelitian dan publikasi yang telah dilakukan antara lain :

 

  • Tahun 2017
  1. Widodo. Polimorfisme Gen IL-10 Regio Promotor-1082 A/G dan Ekspresi Protein IL-10 pada Katup Jantung Mitral Rematik. (Thesis).
  2. F.Soeroto. Pengaruh Disinkroni Intraventrikel Kiri terhadap Fungsi Atrium Kiri pada Penderita dengan Alat Pacu Jantung Permanen Bilik Tunggal. Studi Kasus di RSUP Dr Kariadi. (Thesis).
  3. Indratno. Perbedaan Struktur dan Fungsi Ventrikel Kanan Taruna Berdasarkan Jenjang Waktu Pendidikan di Akademi Militer Magelang. (Thesis).
  4. K.Yanto. Karakteristik Penderita Gagal Jantung Akut Dekompensata yang Mengalami Kejadian Rawat Ulang – Studi Kasus di RSUP Dr. Kariadi. (Thesis).
  5. K.Dewi. Perbandingan Kadar Interleukin-6 Pasca Intervensi Koroner Perkutan antara Penderita Infark Miokard Akut Yang Dilakukan Revaskularisasi Komplit dan Inkomplit: Studi Kasus Di RSUP Dr. Kariadi Semarang. (Thesis).
  6. Rizky. Pattern of LV Diastolic Properties In Trained Soldier During Their 1st , 2nd and 3rd Years Of Military Training. (Cardiovascular Research Forum). Asmiha 2017.
  7. Bahrudin. Allogeneic Mesenchymal Stem Cells Ameliorate Atherosclerosis in Rats. (Cardiovascular Research Forum). Asmiha 2017.
  8. Bahrudin. Ventricular Tachycardia in Ebstein’s Anomaly: a Very Rare Case. (Poster Presentation). Asmiha 2017.
  9. Muttaqien. Statin Treatment in Coronary Artery Disease Patients Who Underwent Elective Percutaneous Coronary Intervention Procedures in the Dr.Kariadi General Hospital: Evaluation of Implementation of the 2013 ACC/ AHA Blood Cholesterol Guideline. (Poster Presentation). Asmiha 2017.
  10. A. Elfa. The 6-Minute Walking Test After Mitral Valve Surgery  Profile  And  Cardiovascular  Events  (Post  Discharge)  In  National Cardiovascular Center Harapan Kita. (Poster Presentation). Asmiha 2017.
  11. Raharjoyo. Coronary Artery Aneurysm Complicated by ST-Elevation Myocardial Infarction: a Case Report. (Poster Presentation). Asmiha 2017.
  12. Raharjoyo. Evaluation of Fibrinolysis in ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) Admitted to Emergency Department at dr.Kariadi General Hospital. (Poster Presentation). Asmiha 2017.
  13. Sariningrum . The 6-Minute Walking Test Early After Coronary Artery Bypass Surgery: Reference Values in Different Staging of Left Ventricular Ejection Fraction in National Cardiovascular Center Harapan Kita in 2016. (Poster Presentation). Asmiha 2017.
  14. R. Amalia. Syntax Score As A Predictor Of Short-Term Outcome In Patients Undergoing Primary Percutaneous Coronary Intervention. (Moderated Poster Session). Asmiha 2017.
  15. R. Amalia. Six-Minute Walk Test As A Predictor of Maximum Oxygen Consumption After Coronary Artery Bypass Graft Surgery. (Poster Presentation). Asmiha 2017.
  16. S. Pratama. Risk  Factor  And  Cardiovascular Characteristics of Peripartum Cardiomyophaty At Dr Kariadi Hospital. (Poster Presentation). Asmiha 2017.
  17. Sungkar. Global Longitudinal Strain as a Predictor of LV Remodeling In Late Presenter STEMI Patients. Asmiha 2017.
  • Tahun 2016
  1. Hidayah, N. S. Widyastiti, S. Rifqi. Hubungan jumlah leukosit, monocyte/HDL ratio (MHR) dan mean platelet volume (MVP) dengan derajat stenosis pada penderita penyakit jantung koroner. Proceeding Book 2. Continuing Profesional Development on Clinical Pathology And Laboratory Medicine (CPD_CPLM).
  2. W.M. Kaligis, S.Adiarto, Erwinanto, J.Nugroho, B.A.Pradnyana, A.Lefi, S.Rifqi. Carotid Intima-Media Thickness in Indonesian Subjects with Cardiovascular Disease Risk Factors Who Were Not Receiving Lipid-Lowering Agents. Jurnal International J Angiol, 2016.
  3. F. Yuwono, R.Myrtha, F.Handayani, B.Radi, A.Meidian, A.Santoso, D. Kusmana, B. S. Purwowiyoto. Chronotropic Incompetence in Coronary Artery Bypass Graft and Heart Valve Surgery Patients: The Role of Beta-Blocker. Poster Presentation(Program Book). ASMIHA 2016.
  4. Medishita, S. B. Raharjo, D. A. Hanafy, Y. Yuniadi. Outlflow tract ventricular arrythmia 3D ablation in LV summit Area: A case report. Poster Presentation (Program Book). ASMIHA 2016.
  5. Handayani, I. F. Yuwono, D. Y. Hasanah, B. Radi, A. Meidian, A. Santoso, D. Kusmana, B. S. Purwowiyoto, B. S. Purwowiyoto. Result of Exercise Stress Testing After Cardiac Rehabilitation Program After Coronary Artery Bypass Grafting Surgery. Poster Presentation (Program Book). ASMIHA 2016.
  6. Virginia, M. B. A. Pramono, Y. Herry. Maternal And Fetal Outcomes of Pregnancy with Valvular Heart Disease. Poster Presentation (Program Book). ASMIHA 2016.
  7. B. Hartanto, H. Y. Afrianto, E. Fredigusta, R. Putra, I. F. Yuwono, K. Rizky, U. Bahrudin, M. A. Nugroho, Y. Herry. Ruptured Sinuses of Valsalva Aneurysms: Report of Five Cases. Poster Presentation (Program Book). ASMIHA 2016.
  8. B. Hartanto, R. Putra , U. Bahrudin, M. Ardiana, A. M. Ambari, B. Radi. Corelation Between Clinical Factors and Autonomic Outcome after Coronary Artery Bypass Graft Surgery. Moderated Poster(Program Book). ASMIHA 2016.
  9. Bahrudin. Recurrent acute  coronary  syndrome  –  a manifestation of clopidogrel resistance: A case report. Poster Presentation (Program Book). ASMIHA 2016.
  10. Bahrudin, B.Dayana, V.Amalia, I. Sholeh, B. Surastri, Y.Herry, I.Hisatome. Circulating uric acid links to metabolic syndrome: A population study in urban area of Indonesia. Poster Presentation (Program Book). ASMIHA 2016.
  11. Y. Afrianto, S. Rifqi, S. Herminingsih, N. Wijayahadi. Perbedaan Kadar Galectin-3 antara Pasien Penyakit Jantung Koroner Derajat Ringan dan Derajat Berat. Thesis.
  12. A. Tejo, Sugiri, M. A. Nugroho, Hardian. Pengaruh Fungsi Atrium Kiri terhadap Kejadian Stroke Iskemik. Thesis.
  13. Tonang, Y. Herry, S. Budijitno, I. Uddin, S. Fatah. Pengaruh Atorvastatin Terhadap Ekspresi Interleukin-4 pada Katup Mitral Penderita Penyakit Jantung Rematik. Thesis.
  14. Setiadi, Y. Herry, S. Herminingsih, Suhartono. Pengaruh Simvastatin terhadap Kadar Carboxy-terminal propeptide of type I procollagen (PICP) Penderita Penyakit Jantung Rematik. Thesis.
  15. P. Rachmawan, I. Uddin, S. Fatah, Y. Herry, S. Rifqi. Expression of IL-10 on mitral valve and myocardium in patients with rheumatic mitral valve disease. Young Investigator Award ( Program Book). ASMIHA 2016.
  16. Sugiri, S. A. Wiyono, M. A. Nugroho, U. Bahrudin. Correlation of small dense low density lipoprotein with conventional lipid levels: An interesting fact finding. Program Book. ASMIHA 2016.
  17. Paramita, I. Uddin, A. Priyatno, S. Rifqi. Factors influencing ventricular function in repaired tetralogy of fallot (midterm evaluation). Poster Presentation (Program Book). ASMIHA 2016.
  18. Sitorus, M. A. Nugroho, Y. Herry. Correlation between soluble suppression of tumorigenicity 1 (sST2) and creatine kinase-myocardial band level: Study on percutaneous coronary intervention. Poster Presentation (Program Book). ASMIHA 2016.
  19. Herminingsih, Hormon Replacement Theraphy Effect to Cardiovascular Disease: What the Evidence Tell Us?. Abstract Symposia (Program Book). ASMIHA 2016.
  20. Rifqi. Current Advances in Percutaneous Coronary Intervention: Reshaping the Future. Abstract Symposia (Program Book). ASMIHA 2016.
  21. Herry. Adrenoreceptor Blocker Link to Cardioprotection in Hypertensive Patients. Abstract Symposia(Program Book). ASMIHA 2016.
  22. A. Tejo. U. Bahrudin, M. A. Nugroho. Left Atrial Conduit Dysfunction Detected by Strain and Strain Rate Echocardiography Increases Incidence of Ischemic Stroke. Poster. InaEcho 2016.
  23. Sungkar, U. Bahrudin, S. N. Sofia, M. A. Nugroho, S. Herminingsih, S. Rifqi. Prognostic Value of Speckle Tracking Longitudinal Strain for Prediction of LV Remodeling in Patients with ST Elevation Myocardial Infarction Late Presentation. Poster. InaEcho 2016.
  24. Medishita, S. Rifqi, I. Uddin, Hardian. Nilai Rasio Netrofil-Limfosit sebagai Prediktor Kejadian Kardiovaskular Mayor in Hospital Pasien Sindrom Koroner Akut di RSUP dr Kariadi. Thesis.
  25. B. Utami, Y. Herry, I. Uddin, Suhartono. Kadar Neopterin Serum pada berbagai Spektrum penyakit Jantung Koroner Studi pada penderita Diabetes Militus. Thesis.
  26. Sungkar. Peran Global Longitudinal Strain Awal sebagai Prediktor Kejadian Remodeling Ventirkel Kiri: Studi Kasus pada Penderita Paska Infark Miokard Akut Onset Lanjut. Thesis.
  • Tahun 2015
  1. U. Bahrudin, S. Sungkar, S. Rifqi, M. A. Early Recovery of LV Function after Revascularization of Coronary Chronic Total Occlusion Detected by Global Longitudinal Peak Systolic Strain Measurement. INAecho 2015 in conjuction with The 1st South East Asian Valvular Meeting. Yogyakarta, September 17-19, 2015. (Poster presentation)
  2. U. Bahrudin, H. Wahyuningsih, I. R. Fara, M. A. Sobirin, S. Rifqi, S. M. H. Mutation Identification of ABCA1 Gene in Subjects with Low Level of High Density Lipoprotein. ASMIHA 2015. (Oral Presentation).
  3. S. Sungkar, U. Bahrudin, A. Nugroho, S. Herminingsih, Y. Herry, S. Rifqi. Prediction of recovery of left ventricular function after revascularization in patients with coronary artery disease measured by myocardial strain. ASMIHA 2015.(Oral Presentation).
  4. M. Munawar, B. Hartono, S. Rifqi, P. Ardhianto, T. Winata, A. Gitt, M. Horack, V. Ashton, P. Brudi, HP Balaji, B. Ambegaonkar. LDL-C Target Achievement Remains Low among Treated Stable CHD Patients: The Dyslipidemia International Study (DYSIS) II Indonesia Results. ASMIHA 2015 (Oral Pesentation).
  5. A. Avicenna, S. Rifqi, S. Herminingsih, S. Acute Effect of Smoking Filtered Clove Cigarette on Brachial Artery Flow Mediated Dialtation (FMD) in Young Adult Active Smokers. ASMIHA 2015 (Oral Presentation).
  6. A. P. Suyono, S. Rifqi, S. Fatah, M. A. Nugroho, Hardian. Predictors of mortality after mitral valve replacement surgery. Case study at dr. Kariadi General Hospital. ASMIHA 2015 (Oral Presentation).
  7. Sungkar, M. A. Nugroho, S. Rifqi, Y. Herry, U. Bahrudin. Early Detection of Omprovement of LV Function by Using 2D Speckle Tracking Myocardinal Strain in Patients with Coronary Intervention. ASMIHA 2015 (Poster Presentation).
  8. A Tejo, U. Bahrudin, M. A. Nugroho. Detection of Left Atrium Dysfunction in Patients with Hypertention using Strain and Strain Rate Echocardiography. ASMIHA 2015 (Poster Presentation).
  9. B. Utami, H. H. Satoto, M. A. Nugroho, I. Uddin, S. Herminingsih, Y. Herry, S. Rifqi. Successful Percutaneous Balloon Mitral Valvuloplasty (PBMV) in  Pregnant Women with Very Severe Mitral Stenosis (MS). ASMIHA 2015 (Oral Presentation).
  10. Lizarda. Korelasi antara Kadar Vitamin D dengan Aggregasi Trombosit, Studi Kasus pada Penderita Sindroma Koroner Akut. (Jurnal).
  11. Paramita. Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Fungsi Ventrikel Penderita Tetralogy of Fallot Pasca Koreksi total (Evaluasi Jangka Menengah). (Jurnal).
  12. Zamhariroh. Perbedaan Kadar Faktor Xa pada Penderita Sindroma Koroner Akut dengan Diabetes Melitus dan Tanpa Diabetes Melitus.(Jurnal).
  13. B. Prakosa. Prediktor Kematian Pasca Bedah Pintas Arteri Koroner (Studi Kasus di RSUP dr. Kariadi Semarang). (Jurnal).
  14. Sitorus. Korelasi antara Kadar Soluble Supression of Tumorigenicity2 (sST2) dengan Kadar Creatine Kinase Myocardial Band (CK-MB). Studi Kasus pada Intervensi Koroner Perkutan. (Jurnal).
  15. P. Rachmawan. Ekspresi Interleukin-10 Katup Mitral dan Miokardium pada Pasien penyakit Katup Mitral Rematik. (Jurnal).

 

RSUP dr. Kariadi juga melakukan kerjasama dengan Rumah Sakit jejaring untuk menunjang pelayanan unggulan dan tindakan dibidang jantung dan pembuluh darah diantaranya : RSUD Keraton Pekalongan dan Rumah Sakit Nasional Diponegoro Semarang.

Kegiatan ilmiah yang rutin dikerjakan dalam rangka meningkatkan pelayanan yang unggul antara lain:

  1. Laporan Jaga : 2x dalam 1 minggu
  2. Presentasi dan diskusi ilmiah : 2x dalam 1 minggu
  3. Ronde besar (grand round) : 1x dalam 1 minggu
  4. Cardiac conference : 1x dalam 1 minggu
  5. Jurnal Reading : 1x dalam 1 minggu
  6. Semarang Cardiology Update : 1x dalam 1 tahun
  7. Penelitian-penelitian klinis yang sedang berlangsung.

Informasi mengenai peta lokasi, jalur dan moda transportasi yang digunakan untuk menuju RSUP Dr. Kariadi Semarang

 

Pesawat

Bandar Udara Ahmad Yani Semarang ⇒ Taxi ⇒ RSUP Dr. Kariadi

Kereta Api

  1. Stasiun Tawang Semarang ⇒ Taxi ⇒ RSUP Dr. Kariadi
  2. Stasiun Poncol Semarang ⇒ Taxi ⇒ RSUP Dr. Kariadi

Bus

  1. Dari Terminal Mangkang (Barat Kota Semarang)
    • Naik Bus Trans Semarang Koridor 1 (Mangkang - Penggaron)
    • Turun di halte Balai Kota (jalan Pemuda)
    • Naik Bus Trans Semarang Koridor 2 (Terboyo - Sisemut)
    • Turun di halte RSUP Dr. Kariadi
  2. Dari Terminal Terboyo (Utara Kota Semarang)
    • Naik Bus Trans Semarang Koridor 2 (Terboyo- Sisemut)
    • Turun di halte RSUP Dr. Kariadi
  3. Dari Terminal Penggaron (Timur Kota Semarang)
    • Naik Bus Trans Semarang Koridor 1 (Penggaron- Mangkang)
    • Turun di halte Balai Kota (jalan Pemuda)
    • Naik Bus Trans Semarang Koridor 2 (Terboyo - Sisemut)
    • Turun di halte RSUP Dr. Kariadi
  4. Dari Terminal Banyumanik (Selatan Kota Semarang)
    • Naik Bus Trans Semarang Koridor 2 (Sisemut- Terboyo)
    • Turun di halte RSUP Dr. Kariadi

Trans Semarang


Last Update : 19-Jul-19 By: admin
Share: